SuaraBanyuurip.com – Ahmsd Sampurno
Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bersiap menghadapi tatanan kehidupan baru atau New Normal di masa pandemi virus corona atau Covid-19.
Sebagai persiapan digelar rapat evaluasi Penanganan Covid-19 menuju New Normal di ruang Pertemuan Setda Blora, Kamis (11/6/2020). Rapat dipimpin Bupati Djoko Nugroho, dihadiri para Asisten, Staf Khusus Bupati, Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se Kabupaten Blora dan stakeholder terkait seperti Kemenag, pelaku industri perhotelan, serta para pengusaha.Â
Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho mempersilahkan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) mulai menyusun teknis pelaksanaan tatanan normal baru sesuai bidangnya dengan aturan protokol kesehatan supaya tetap bisa produktif tanpa harus tertular atau terkena Covid-19.
“Saya rasa Blora ini sudah bisa dikenali dari mana saja sumbernya Covid-19. Dari 35 ribu lebih pemudik yang datang di Blora bisa dikatakan semuanya sehat,” ujar Kokok, panggilan akrab Bupati Blora.Â
Menurutnya, penyebab Covid-19 di Blora justru dari klaster Temboro dan Perumda. Keduanya saat ini sudah bisa dikendalikan. Â
“Sehingga saya putuskan untuk pelan-pelan mulai menyusun konsep new normal,†ucapnya.
Dijelaskan masa transisi menuju new normal sudah dimulai dengan masuknya kembali seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Blora, dengan menerapkan protokol kesehatan.Â
“Sudah tidak ada lagi bekerja dari rumah. Semua bekerja dari kantor,” tegasnya.
Oleh karena itu, Kokok meminta agar tempat ibadah baik masjid maupun gereja, dan tempat ibadah lainnya bisa segera dibuka dengan mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, cuci tangan dan mengatur jarak.
“Misalnya saat sholat, imam tidak usah meminta untuk merapatkan barisan, melainkan mengatur jaraknya. Saat ini keselamatan menjadi yang utama, karena new normal bukan berarti Covid-19 selesai,†pesannya.
Begitu pula untuk sektor pendidikan, Dinas Pendidikan diminta melakukan evaluasi dan menyusun teknis penyelenggaraan sekolah jika memang memungkinkan mulai masuk.Â
“Namun menurut saya untuk saat ini jangan masuk dahulu,” pintanya.
Hiburan pesta pernikahan seperti dangdut, musik, dan pertunjukan seni budaya lainnya untuk sementara jangan diizinkan, sambil melihat perkembangan terlebih dahulu karena susah mengaturnya.Â
“Memang banyak seniman yang nganggur, namun saya belum berani memutuskan. Kita tunggu bulan depan saja,†tandasnya.
Sedangkan untuk pariwisata, menurut Kokok boleh dibuka namun sifatnya individu. Bukan wisata rombongan. Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) diminta segera mengumpulkan pengelola pariwisata terlebih dahulu untuk menentukan mana-mana saja yang boleh dibuka dan mana yang belum.
Sementara untuk tempat-tempat olahraga agar kembali dibuka namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Saat seperti ini olahraga justru penting untuk menjaga kesehatan. Silahkan GOR dibuka, tenis juga bisa. Asalkan jangan sampai menggelar event atau turnamen olahraga yang menimbulkan banyak kerumunan, belum boleh itu,†ingatnya.
Terkait aktifitas ekonomi, lanjut Kokok, baik di pasar tradisional maupun pasar hewan harus mulai dibuka dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.Â
Kapolres Blora yang diwakili Kabag Ops AKP Supriyo menyatakan siap menukungan kebijakan pemkab dalam menyiapkan penerapan new normal.
“Kami pada dasarnya siap mendukung dan mengawal pengamanan pelaksanaan new normal,” tegasnya.
Ditambahkan, anggota Polres Blora secara berkala juga melaksanakan sosialisasi new normal kepada masyarakat. Selain itu, menyalurkan bantuan sembako untuk menanggulangi dampak Covid-19.Â
“Bantuan sembako kita berikan seminggu dua kali pada hari Selasa dan Jumat. Harapannya semakin banyak warga yang terbantu,†pungkasnya.(ams)