SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang merupakan wilayah ring satu Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), masuk zona virus corona atau Covid-19, Jumat (12/6/2020).
Wilayah Kecamatan Ngasem sehari sebelumnya di peta sebaran virus corona Kabupaten Bojonegoro berwarna kuning. Namun hari ini berubah menjadi merah setelah ada satu warga yang dinyatakan positif virus corona.Â
Warga positif virus corona itu adalah seorang perempuan berusai 19 tahun asal Desa Ngantru. Sekarang ini sedang menjalani perawatan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo.
“Status sebelumnya pasien dalam pengawasan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Masirin, Jumat malam.
Dijelaskan, selain di Ngasem, tambahan kasus positif virus corona terjadi di Kecamatan Bojonegoro sebanyak dua orang. Satu orang dari status orang dalam pemantauan (ODP), dan kasus baru. Sedangkan di Kecamatan Temayang satu orang positif dari PDP dan sudah meninggal dunia.
Sehingga status positif terkonfirmasi pada hari ini sebanyak 53 orang. Meliputi 52 orang dirawat dan 1 orang telah meninggal dunia.
“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 78 orang, meliputi yang dirawat 52 orang, meninggal dunia 12 orang dan Sembuh 14 orang,†ujarnya.
Untuk status PDP ada penambahan baru sebanyak 1 orang di Kecamatan Dander. Selain itu terdapat 1 orang selesai dalam pengawasan di Kecamatan Dander. Sehingga status PDP pada hari ini sebanyak 2 orang.
“Status PDP kumulatif sebanyak 25 orang, dalam pengawasan 2 orang, selesai dalam pengawasan 13 orang dan meninggal dunia 10 orang,†tutur pria yang menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.Â
Sementara itu, lanjut Masirin, status ODP hari ini ada penambahan baru sebanyak 2 orang di Kecamatan Ngasem dan Kedungadem. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak 3 orang, di Kecamatan Bojonegoro 2 orang dan Baureno 1 orang. Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 17 orang.
“ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 258 orang, meliputi dipantau 17 orang, selesai pemantauan 239 orang dan meninggal dunia 2 orang. Sedang untuk status ODR sebanyak 42.546 orang dan OTG sebanyak 353 orang,†terangnya.
Masirin mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro mamatuhi instruksi pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan.Â
“Tetap di rumah saja, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker saat beraktifitas di luar rumah, hindari kerumunan dan jangan mudik,” pesan Masirin.(suko)