PPSDM Migas Cepu Peduli Keselamatan Penggunaan LPG 3 Kg

20330

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Pusat Pengembangan Sumber Daya Mineral atau PPSDM Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, concern terhadap keselamatan dan keamanan terhadap kegiatan yang berhubungan dengan migas. Salah satunya terhadap keselamatan pengguanaan LPG 3 Kg yang erat kaitannya dengan masyarakat terutama untuk rumah tangga dan pedagang kaki lima.

Topik tersebut menjadi pilihan tema utama pada web seminar (Webinar) di PPSDM Migas dengan tajuk “Keselamatan Pengguanaan LPG 3 KG untuk Rumah Tangga dan Pedagang Kaki Lima” pada Jum’at (12/6/2020). Hadir sebagai narasumber Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas, Adhi Wibowo dan Officer Commercialization adn Development PT. Pertamina, Dedi Purnomo dengan Keynote speaker Kepala BPSDM ESDM, Wiratmaja Puja.

Kepala PPSDM Migas Cepu, Wakhid Hasyim pada sambutannya menjelaskan dengan adanya webinar kali ini, PPSDM Migas ingin memberi pemahaman terhadap keselamatan penggunaan LPG 3 kg untuk masyarakat.

“Masyarakat bisa memahami informasi keselamatan dari tabung  baik itu secara teknis operasional serta pemahaman yang benar tentang penyebab terjadinya ledakan dan kebakaran tabung gas lpg beserta tips – tips penggunaan tabung gas lpg yang aman,” ujar Wakhid melalui siaran pers yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/6/2020).

Baca Juga :   Belum Pastikan Groundbreaking J-TB Dilakukan Jokowi

Wiratmadja sebagai Keynote Spekaer menambahkan, program LPG sudah dimulai sejak tahun 2007. Kemudian, pada tahun 2017 teradapat program konversi dari minyak tanah ke LPG. Program konversi berhasil menghemat anggraan APBN Rp187 triliun selama 10 tahun ini sehingga efek terhadap negara sangat besar sekali.

“Program ini sangat besar menfaatnya terhadap penghematan anggaran negara serta mempunyai efek tambahan yaitu kesehatan pengguna LPG 3 Kg meningkat karena mengurangi feke jelaga dan asap yang biasanya muncul ketika menggunakan minyak tanah,” imbuh Wirat.

Narasumber dari Ditjen Migas, Adhi Wibowo menjelaskan tentang tata cara penempatan tabung LPG yang aman yaitu dengan tidak diletakkan pada basement.

“LPG tidak boleh berdekatan dengan sumber api dan ditempatkan di dalam ruangan yang mempunyak sirkulasi udara yang baik,” pesannya.

Officer Commercialization and Development PT. Pertamina, Dedi Purnomo mengimbau kepada masyarakat agar jangan menggunakan tabung LPG apabila tabung bocor, baik pada valve maupun badan tabung, footring rusak sehingga tabung tidak bisa berdiri dengan baik, terdapat lekuk, luka atau penyok pada badan tabung, dan tabung bekas terbakar.(adv/ams) 

Baca Juga :   Pemboran ADK Terganjal Perijinan



»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *