Pasien Corona di Blora Diambil Paksa Keluarga

20334

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Klinik Bhakti Padma Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dipadati ratusan orang keluarga pasien virus corona atau Covid-19. Mereka memaksa membawa keluarganya yang sedang dirawat, Selasa (16/5/2020).

Ada 14 pasien dari klaster Temboro yang sedang dirawat di klinik Bhakti Padma. 11 orang masih dinyatakan positif hasil swab dan 3 orang negatif. Rata – rata usia santri yang dirawat berusia 13 – 17 tahun.

Perwakilan keluarga penjemput pasien corona, Hamid Isman Aziz, kepada wartawan menyampaikan perawatan di klinik tersebut sudah cukup lama.

“Ada yang 1 bulan, ada yang 2 bulan, dan ada yang 40 hari,” katanya.

Oleh karena itu, warga berniat mengambil paksa anak-anaknya yang dirawat. Sebagai penengah yang ditunjuk oleh para keluarga, dirinya berupaya agar penjemputan tetap sesuai prosedur.

“Sesuai dengan aturan pemerintah,” tegasnya. 

Sampai di rumah, lanjut dia, pihak keluarga akan menjalankan protokol kesehatan. Artinya tetap karantina, sesuai yang telah disepakati.

“Tetap menerapkan, phisycal Distancing,” janjinya.

Baca Juga :   Sumber Air Sekitar Lapangan Gas JTB Mulai Mengering

Direktur RSUD dr. Soetijono Blora, dr Nugroho Adiwarsono, Sp.OG membenarkan, jika kedatangan mereka meminta agar pasien yang masih dirawat di klinik Bhakti Padma untuk dipulangkan. 

“Pihak keluarga meminta paksa agar pasien baik yang masih positif hasil Swab ataupun yang sudah negatif Swab untuk dirawat di rumah,” ujarnya.

Dia mengaku sudah memberikan penjelasan dan pengertian kepada mereka. Membawa pulang pasien yang masih positif Swab sangat membahayakan keluarga dan lingkungan. Namun mereka tetap meminta paksa agar pasien dibawa pulang. 

“Apapun syaratnya mereka menyanggupi. Ya mau gimana lagi, dari pada terjadi keributan. Kita perbolehkan,” ucap dr Nugroho Adiwarsono.

Dia berpesan agar pihak keluarga dan pasien saat di rumah untuk menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan. Antara lain memakai masker setiap hari dan isolasi mandiri selama hasil tes Swab masih dinyatakan positif.  

“Itu perlu dilakukan agar mencegah penyebaran penularan virus,” tegasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *