SuaraBanyuurip.com – Samian S
Bojonegoro – Sejak memasuki bulan Agustus cuaca panas mulai dirasakan sebagian warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dampaknya tak hanya memudahkan terjadinya polusi debu, namun juga mulai mengeringkan sumber air sumur warga.
Tak terkecuali warga desa ring satu Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Diantaranya sebagian warga masyarakat Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Seorang warga Dusun Sawit, Desa Bandungrejo, Bejo (90) mengeluh, karena daun tanaman tembakaunya penuh dengan debu. Sehingga pertumbuhannya tidak bisa maksimal.
“Cuacanya mulai panas banget, jadi memudahkan debu beterbangan terhempas ban kendaraan saat melintas di jalan baik yang menuju lokasi proyek maupun yang menuju Desa Mediyunan. Kemudian nempel di daun tembakau,” kata Bejo, kepada Suarabanyuurip.com, disela-sela bersihkan rumput dengan cankul sekitar batang tembakau, Minggu (23/8/2020).
Mbah Jo, sapaan akrab Bejo, mengaku, daun tembakau nantinya tidak dijual, namun akan dirajang dan akan dikonsumsi sendiri.
“Tidak tak jual mau saya buat rokok sendiri. Makanya tanam cuman sedikit,” ucapnya.
Disinggung saat dipanen daun tembakau yang penuh debu tersebut dibersihkan dengan air dulu atau dibiarkan banyak debu langsung dirajang.
Pria kelahiran 1930 itu mengaku, terpaksa saat panen akan dibiarkan kotor karena mau dibersihkan dengan air, sebagian sumur yang ada saat ini sumbernya sudah mulai mengering.
“Sumber air sudah banyak yang kering, jadi sekarang mulai ngantre,” sambung Sumilah warga setempat yang buka warung Mamin di sebelah pertigaan jalan Sawit arah Ngasem-Gayam.(sam)