SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pengelola proyek pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC), terus berupaya menyelesaikan pemboran enam sumur Gas JTB di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Ke enam sumur itu adalah sumur JAM-3, sumur JAM-5 dan sumur JAM-8, serta completion sumur existing JAM-4 ST di lokasi Jambaran East (JE) telah selesai dilakukan pemboran. Kemudian sumur JAM-6 dan sumur JAM-7 di lokasi Jambaran Central (JC) yang saat ini sedang proses akan dimulai pemboran.
Dalam pelaksanaan pemboran sumur JTB ini, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) proyek JTB tersebut bekerjasama dengan Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI). Dengan target pemboran selama kurang lebih lima bulan.
Manager Drilling Engineering PEPC, Bambang Purwanto, mengatakan, pemboran dua sumur project JTB ini diperakirakan membutuhkan waktu lima bulan. Dimulai pada bulan Juni ini hingga bulan November 2020. Pada bulan November pemboran diharapkan dapat rampung seluruhnya.
“Adapun Project JTB total memiliki enam sumur produksi. Ke enam sumur produksi itu dengan kapasitas satu sumur mampu memproduksi gas rata-rata sekitar 60 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas),” ujar Bambang Purwanto, saat hadiri acara doa bersama di lokasi Jambaran Central, Senin (15/6/2020) kemarin.
Sementara itu, pihak Kecamatan Purwosari yang hadir dalam acara doa bersama menyampaikan dukungan penuh terhadap proses pekerjaan ini.
Sekretaris Kecamatan Purwosari, Dyah Enggarini, mengaku, siap membantu dan mensupport jika PEPC memerlukan dukungan dari pihaknya.
“Kami akan siap memberikan fasilitas ataupun dukungan kemudahan koordinasi jika pihak PEPC membutuhkannya. Semoga proyek ini dapat membantu meningkatkan perekonomian di wilayah sini maupun Bojonegoro secara luas,†sambung Enggar.
Seperti diketahui, Proyek JTB mempunyai kapasitas 330 MMSCFD, dan ditargetkan memproduksi sales gas sebesar 192 MMSCFD yang dialirkan melalui Pipa transmisi Gresik-Semarang. Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF). JTB diharapkan dapat memberikan efek berganda khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.(sam)