SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat beberapa karyawan di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, harus berhenti dari pekerjaannya.
Salah satunya warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang terpaksa berhenti bekerja dari mitra ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bergerak di bidang katering.Â
“Saya dan sembilan teman lainnya tidak diperpanjang masa kontrak sejak Maret 2020 lalu dari perusahaan katering atau bagian makanan dan minuman di kantor milik EMCL,” ujar narasumber yang mewanti-wanti tidak disebutkan namanya tersebut, Selasa (23/6/2020).Â
Dia mengungkapkan, jika kontrak kerjanya berakhir pada Mei 2020 lalu terpaksa tidak diperpanjang karena kondisi Pandemi Covid-19. Banyak karyawan EMCL yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH).Â
“Alasannya, banyak pekerja EMCL yang tidak masuk kantor. Sehingga kami terpaksa menganggur di rumah,” imbuh perempua 30 tahun ini.Â
Padahal, informasi yang diterima, mitra EMCL yaitu PT Indocater diketahui masih mempekerjakan beberapa karyawan lainnya dari luar Desa Gayam.Â
“Kok malah yang dari ring 1 tidak diperpanjang kontraknya. Kan masih banyak pekerjaan lainnya bisa kami handle selain menyajikan makanan dan minuman,” tukasnya.Â
Dia berharap PT Indocater bisa mempekerjakannya kembali beserta karyawan lainnya. Mengingat, pengalaman bekerja sudah 5 tahun lamanya.Â
“Saya sudah berupaya berkomunikasi tapi tidak ada jawaban yang jelas,” tandasnya. Â
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyampaikan menanggapi kondisi pasar terkini oleh pandemi Covid-19 dan turunnya harga komoditas, pihaknya mengimplementasikan langkah-langkah efisiensi yang tepat, termasuk penyesuaian akan kebutuhan pekerja kontrak.
“Kegiatan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan prioritas perusahaan,” ujar Rexy.(rien).