SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora -Â Praktik judi toto gelap atau togel di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga telah berlangsung bertahun-tahun. Omsetnya dalam semalam bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Bisa sampai Rp400 juta dalam semalam,” kata Wakil Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Blora, Tejo Prabowo dalam dialog virtual di chanel youtube inspirasi Jawa Tengah, yang di gawangi oleh politisi senior Bambang Sadono, Rabu (24/6/2020) kemarin.
Tejo menjelaskan, omset tersebut berasal dari masyarakat yang disetor pengecer dan pengepul ke dua bandar togel yang mendominasi di Kabupaten Blora. Mereka adalah bandar dengan kode 33 dan HRT. Bandar kode 33, berasal dari Semarang, sedangkan HRT merupakan bandar lokal.
“Yang paling besar bandar 33 semalam bisa capai Rp150 juta – Rp200 juta. Sedangkan HRT naik turun mencapai Rp 100 juta. Sisanya bandar – bandar yang menginduk ke kedua bandar itu,” terangnya.
Aktivitas judi togel di Blora selama ini berjalan secara terang-terangan. Mereka meramal nomor togel hampir di semberang tempat.
“Depan rumah, samping rumah, warung kopi ada semua. Pagi harinya menanyakan angka yang keluar berapa,” tutur Tejo.Â
Jojok, panggilan akrabnya, mengungkapkan, sebelum judi togel ini mencatut nama sejumlah wartawan di Blora, pihaknya sudah pernah melakukan audiensi dengan Polres agar bisnis terlarang itu ditutup.
“Semenjak kasus ini mencuat ke publik, sudah beberapa hari togel tutup. Mudah – mudahan tutup selamanya,” terangnya.Â
Sementara itu Bambang Sadono mendorong agar permasalahan ini fokus pada tujuan besar yakni penutupan praktik judi togel di Blora.
“Jangan hanya ribut di asap namun cari apinya. Artinya jangan terfokus pecatutan nama-nama wartawan yang tertuduh menerima atensi. Tapi fokus pada penutupan aktifitas togel,” tegasnya.Â
Bambang mengatakan kasus yang terjadi di Blora sekarang ini mengingatkannya sewaktu dirinya menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah. Beberap nama wartawan di Solo dicatut namanya dalam aktivitas Capjikia.Â
“Terpaksa saat itu beberapa wartawan kami panggil dan mintai keterangan. Beberapa dari mereka sekarang sudah menjadi wartawan senior,” ujar Bambang.Â
Pencatutan nama sejumlah wartawan di Blora dalam pusaran judi togel ini disebarkan oleh akun Facebook, Toto Gelap. Akun tersebut mengunggah status di Group Paguban Wong Blora yang berbunyi : Terimakasih untuk masyarakat Blora Atas partisipasinya selama ini LSM DI BLORA, ORMAS DI BLORA, MEDIA DI BLORA Yang telah mendukung kami.
Atas unggahan itu sejumlah wartawan dan pegiat medsos Blora telah melaporkan akun Toto Gelap ke polisi.(ams)