SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Dusun Jambaran, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan suara aktivitas pengeboran sumur gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).Â
Salah satu warga setempat, Anik mengaku terganggu dengan kegiatan drilling di Sumur Gas Jambaran oleh Pertamina EP Cepu (PEPC). Setiap hari dan hampir 24 jam terdengar suara keras dari mesin pengeboran.
“Suaranya keras sekali. Setiap hari tanpa henti,” ujar Anik, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (28/9/2020).
Dia mengungkapkan, selama ini belum ada pemberitahuan sama sekali dari desa atau Pertamina EP Cepu terkait kegiatan tersebut. Selain itu juga tidak pernah memberikan kompensasi kepada warga. Â
“Tidak ada sosialisasi, tidak ada kompensasi,” tandasnya.
Wanita berambut lurus ini berharap, ada solusi yang diberikan kepada warga sekitar termasuk adanya kompensasi sebagai ganti rugi atas gangguan suara selama ini.Â
“Apalagi kalau malam suaranya keras, tidak bisa tidur,” tegasnya.Â
Dikonfirmasi terpisah, Manager JTB Site Office & PGA PEPC, Edy Purnomo menyatakan telah melakukan sosialisasi drilling baik secara informal maupun melalui kegiatan yang dikemas dalam doa bersama.Â
“Kami mengundang kepala desa wilayah operasi, Muspika dan tokoh masyarakat lainnya,” imbuhnya.
Do’a bersama dilaksanakan secara terbatas karena Pertamina EP Cepu patuh dan peduli pada protokol kesehatan sesuai imbauan Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Kabupaten Bojonegoro.
Untuk masalah kebisingan, lanjut Edy, saat ini tim Health, Safety, Environment (HSE) Drilling Pertamina EP Cepu sedang mengadakan pemantauan di sekitar kegiatan, termasuk di Dusun Jambaran. Â
“Dan kapasitas noise masih di bawah baku mutu atau di bawah ambang batas, yaitu 55 +3 desibel,” pungkasnya.(rien)