SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pembangunan jembatan penghubung Desa Luwihaji, Desa Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur – Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditarget selesai dalam waktu lima bulan.Â
“Time table harus betul-betul dihitung, semuanya harus disiapkan. Kalau bisa kerja 24 jam, bergantian,” ujar Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah saat Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) pembangunan jembatan, Rabu (1/7/2020).
Bu Anna, biasa disapa, optimis jika perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan berjalan dengan baik, maka waktu lima bulan tersebut bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya.Â
“Semoga bulan Desember 2020 kita bisa resmikan. Untuk nama nanti kita cari dulu dan minta masukan,” imbuhnya.Â
Bu Anna mengungkapkan perencanaan pembangunan jembatan Bojonegoro – Blora tersebut atas persetujuan DPRD Bojonegoro.
“Inilah yang namanya sinergitas eksekutif legislatif,” tegas bupati perempuan pertama Bojonegoro itu.
Pemkab Bojonegoro, tambah Bu Anna, akan terus berkoordinasi dengan Kabupaten Blora dan mengajak warga bersama-sama untuk melakukan pengawasan.Â
“Insyaallah kita bisa manfaatkan ini untuk ekonomi, sosial, budaya, keagamaan dan sebagainya. Termasuk kami juga akan mesupport Bandara Ngloram, karena juga akan memperkuat sarana transportasi,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan jika pembangunan jembatan ini merupakan mimpi masyarakat Blora sejak zaman dahulu. Karena terbatasnya anggaran yang dimiliki Pemkab Blora tidak akan mampu mewujudkannya tanpa dukungan dari Pemkab Bojonegoro.
“Kami sempat berfikir, kapan bisa membangun jembatan ini. Karena semu akses kesehatan, pedidikan, perdagangan, ekonomi dan sosial arahnya ke Bojonegoro semua,” jelasnya.Â
Arif mengaku terharu dengan gerak cepat Bupati Anna Mu’awanah yang langsung menyetujui pembangunan jembatan ini saat melakukan kunjungaan.Â
“Bu Anna kaget lihat banyak anak-anak Medalem yang sekolah nyebrang sungai ke Luwihaji. Banyak juga warga saya yang menikah dengan warga Bojonegoro. Belanja juga di pasar Ngraho. Kalau sakit larinya ke RSUD Padangan,” ungkapnya.Â
Arief berharap sinergi antara Blora dan Bojonegoro terus terjalin, dan berlanjut. Salah satunya jika ada anggota DPRD Bojonegoro mau ke Jakarta dapat lewat Cepu.
“Kami juga minta support agar warga Bojonegoro bisa menggunakan Bandara Ngloram kalau bepergian,” pungkasnya.(rien)