SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Faiz Kholili (33), warga Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil mengembangkan panel tenaga surya.
Panel surya merupakan alat yang dapat mengkonversi cahaya matahari menjadi energi listrik. Penggunaan panel surya lebih murah dan ramah lingkungan.
Keahlihan itu diperoleh Faiz, sapaan akrabnya, dari bangku kuliah Universitas Darul Ulum Jombang. Saat itu dia mengambil jurusan elektronika. Ilmu tersebut kemudian dia kembangkan di kampung halamannya.Â
“Karena ingin menjaga lingkungan, jadi saya membuat sumber energi alternatif,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Jumat (3/7/2020).Â
Dengan membuat panel surya sendiri, Faiz mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Terlebih, peralatan yang digunakan mudah didapatkan dan sumber sinar dari matahari yang sangat melimpah.
“Untuk sementara, masih saya gunakan sendiri,” lanjut Guru MTs Islahiyah Kalitudu, Bojonegoro itu.
Menurut Faiz, apabila masyarakat Bojonegoro bisa menggunakan tenaga matahari untuk listrik, maka lingkungan akan terjaga dan pasti bumi akan membaik. Hanya saja, tidak semua mengerti dan memahami cara membuat panel surya ini.Â
“Panel surya ini saya gunakan untuk menyalakan peralatan listrik dirumah meski tidak seberapa daya nya,” imbuhnya.Â
Pria yang tinggal di jalur pipa minyak Blok Cepu – sebutan lain Desa Jampet- itu mengaku penggunaan panel surya di rumahnya masih untuk kebutuhan penerangan saja, sementara lainnya mengandalkan PLN.Â
“Ada lima panel untuk penerangan atau lampu di rumah dengan kapasitas sebesar 350 watt,” tandasnya.Â
Faiz menjelaskan biaya tiap panel yang dikeluarkan berbeda-beda. Antara Rp200.000 hingga Rp800.000 tergantung besaran daya listrik. Semakin besar daya, semakin mahal biaya yang dikeluarkan. Â
“Untuk daya listrik di rumah sendiri 900 watt itu, setiap bulannya saya hanya bayar Rp50.000 untuk kebutuhan kulkas, Tv, pompa air, dan magic com,” pungkasnya.(rien)