SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Upaya pencegahaan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus dilakukan elemen masyarakat. Kemarin, Selasa (7/7/2020), kader Jumantik, bidan desa dan Pemerintah Desa Gayam bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Posramil 0813-18/Gayam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Elemen masyarakat ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu- sebutan lain Desa Gayam- itu melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan dan pemberian cairan pembasmi jentik pada bak mandi warga.
Kepala Desa Gayam, Winto mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI dari Posramil Gayam Kodim 0813 Bojonegoro atas kerjasamanya dalam upaya pencegahan DBD di wilayahnya.
“Semoga masyarakat Kecamatan Gayam khususnya warga Desa Gayam terhindar dari penyakit demam berdarah,” harap kepala desa dua periode itu.
Babinsa Posramil Gayam, Sertu Salim, menuturkan pencegahan penyakit DBD sangat tergantung oleh pengendalian vektornya, yaitu nyamuk aides aegypti. Sehingga, dirinya bersama Pemdes, bidan desa dan Kader Jumantik secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk tersebut.
“Agar tidak menjadi sarang nyamuk yang dapat mengakibatkan penyakit DBD. Secara rutin kami bersama-sama melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan serta pemeriksaan dan pemberian cairan pembasmi jetik pada bak mandi warga,” tuturnya.
Data Dinas Kesehatan Bojonegoro, hingga Juni 2020 terdapat 67 kasusDBD, satu di antaranya meninggal duni. Jumlah tersebut tersebar di 20 Kecamatan.
“Sebagian besar kecamatan itu merupakan wilayah endimi DBD,” sambung Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr Whenny Dyah Prajanti.
Dijelaskan, Dinas Kesehatan melalui puskesmas dan kader desa terus mensosialisasikan gerakan 3 M untuk mengendalikan serangan DBD. Yakni menutup, mengubur, dan menguras air di bak mandi secara teratur. Menutup semua barang yang berpotensi menimbulkan genangan, mengubur sampah non organik.
“Tak kalah pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ini harus rutin dilaksanakan, karena Kabupaten Bojonegoro sekarang ini masih termasuk kabupaten endemis DBD. Setiap tahun selalu ada kasus dan tidak pernah zero,” pesan Dokter Whenny.(suko)