Pusat Perintahkan Pemprov Jateng Tangani Pencemaran Air Bengawan Solo

20500

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Warna air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sejak tiga hari terakhir tingkat kepekatannya semakin tinggi.

Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah Wilayah 1 di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di dampingi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Cepu, mengambil sampel air di lokasi wisata Kracakan, Desa Ngloram, Selasa (14/7/2020).

Penyuluh CDK Provinsi Jateng Wilayah 1,  Anang Dwiyanto, mengatakan KLHK memberikan tugas langsung kepada CDK untuk pengambilan contoh air Sungai Bengawan Solo. Perintah tersebut untuk mempersingkat proses uji laboratorium.

“Kalau melalui Dinas Lingkungan Hidup Blora harus menunggu provinsi lagi. Jadi kami yang ditugaskan,” jelasnya.

Pengambilan sampel air dilakukan di dua lokasi lain. Yakni di Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dan di wilayah Kecamatan Jati yang berbatasan dengan Kabupaten Sragen Jawa Tengah. 

Setelah dilakukan uji laboratorium baru dapat diketahui jenis limbah yang mencemari air Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga :   Komisi C Kritisi Pelayanan Kesehatan RSUD

“Hulunya dari mana, juga nanti bisa diketahui. Karena secara kasat mata sangat jelas, mana yang keruh mana akibat limbah. Itu bisa dibedakan,” tutur Anang.

Kepala Desa Ngloram, Diro Beni Susanto, menyampaikan selama dua hari terakhir pencemaran tampak jelas. Warna air sangat pekat. 

“Dampaknya ikan mabuk, hingga muncul ke permukaan selama dua hari berturut-turut,” ujarnya. 

Sampai hari ini air Sungai Bengawan Solo masih tampak pekat sampai hari ini. Menurut Diro, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora juga sudah mengambil contoh airnya.

“Mungkin saja dari hulu sana ada industri yang sengaja membuang limbah ke sungai,” ungkapnya.

Pencemaran air Sungai Bengawan Solo juga berdampak terhadap 12.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora ke pelanggan. Perusahaan plat merah itu menghentikan sementara pasokan.

“Mulai hari ini distribusi kami hentikan. Mungkin sampai 2 hari kedepan. Tapi untuk pelanggan yang airnya dari waduk tetap mengalir,” sergah Direktur Utama PDAM Blora, Yan Ria Pramono, saat berada di Kracaan Desa Ngloram. 

Baca Juga :   Perpusnas RI Selenggarakan Webinar Nasional dan Lantik Pengurus Pusat GPMB Periode 2023-2027

Penghentian operasi dimanfaatkan PDAM Blora untuk pembersihan instalasi.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *