Kelola Gas Trembul, BPE Matangkan Kerja Sama dengan Titis Sampurna

20511

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Patra Energi (BPE), mengupayakan sebagai pembeli potensial gas dari Lapangan Trembul di Kecamatan Ngawen yang dioperasikan oleh Kerja Sama Operasi Pertamina EP – PT Sarana GSS Trembul (KSO PEP-SGT).

PT BPE bekerja sama dengan PT Titis Sampurna dalam upaya pembelian gas Trembul. Keduanya sudah melakukan koordinasi selama empat tahun.

“Dulu waktu beauty contes pengelolaan gas  Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK), kita gagal. Kalah dengan Pertagas. Saat ini kami upayakan sebagai pembeli potensial lapangan Gas Trembul,” tandas Direktur Utama PT BPE, Christian Prasetya dihubungi suarabanyuurip melalui sambungan telephonnya, Rabu (15/7/2020). 

Dijelaskan, kesepakatan awal telah dilalui dengan Titis Sampurna. Sekarang ini masih melengkapi administrasi. BUMD saat ini tidak diperbolehkan hanya perusahaan di atas kertas saja. 

“Regulasi saat ini BUMD harus memiliki infrastruktur sendiri untuk menjalankan bisnis. Wajib memiliki pipa sendiri,” tegasnya.

Christian mengaku belum ada kesepakatan harga jual beli gas, karena saat ini masih dalam proses di kementerian. Sementara untuk pembeliannya nanti tetap dengan Pertamina.

Baca Juga :   Pencabutan Izin Tidak Pengaruhi Tukar Guling

“Cuma Pertamina tidak punya kewenangan untuk menentukan harga gas. Kami masih menunggu proses dari kementerian,” ujarnya.

KSO Pertamina EP – PT SGT hanya sebagai operator Produksi Area Operasi Trembul pada Wilayah Kerja PT Pertamina EP. Gas yang diproduksi di Lapangan Trembul menjadi milik Pertamina. 

Gas sebesar 1 juta standart kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet Per Day/MMSCFD) rencananya akan dibeli oleh BUMD Blora untuk diolah menjadi Compressed Natural Gas (CNG).

Dikonfirmasi terpisah, Staf Bagian Perekonomian Setda Blora, Tulus Prasetyo, membenarkan adanya rencana kerja sama antara BPE dengan Titis Sampurna. 

“Inikan masih proses awal. Untuk lebih detilnya dengan BPE saja ya,” saran Tulus. 

Lapangan gas Blok Trembul menjadi salah satu bagian dari upaya peningkatan lifting gas Nasional. Bersama lapangan lain di Asset 4, yakni lapangan North Kedungtuban, Tapen dan Suci. Diperoleh informasi, PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) telah ditetapkan oleh manajemen Pertamina sebagai Mitra Terpilih dalam Kerjasama Operasi (KSO) Produksi Area Operasi Trembul pada Wilayah Kerja PT. Pertamina EP pada bulan Februari tahun 2016.

Baca Juga :   Blok Rokan Tambah Potensi Cadangan Minyak 31,5 Juta Barel

Untuk mengusahakan KSO produksi area Trembul, PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah bersama dengan GSS Energy Ltd mendirikan PT. Sarana GSS Trembul (SGT) pada tanggal 28 September 2016. Selanjutnya, pada tanggal 2 November 2016, SGT menandatangani perjanjian KSO Area operasi Trembul bersama PT. Pertamina EP. 

Perjanjian berlaku selama 15 tahun untuk area Trembul seluas kurang lebih 47.63 kilometer persegi. Kewajiban SGT dalam kurun waktu 3 tahun pertama yang disebut program Komitmen Pasti 3 tahun, SGT akan mengebor sebanyak 5 sumur migas dengan total nilai investasi selama Komitmen Pasti 3 tahun kurang lebih USD 7.858.000.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *