SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Bagian Sumber Daya Alam Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan keluarnya gas di area musala Dusun Padasmalang, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, beberapa hari lalu, berhubungan dengan pengeboran yang sedang berlangsung di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Kecamatan Ngasem.
Di wilayah Margomulyo pernah dilakukan seismik oleh PT Sele Raya Energi pada kisaran 2013 silam. Wilayah tersebut masuk wilayah kerja pertambangan Blok Blora.
“Bisa jadi,” ujarnya Kepala Bagian Sumber Daya Alam Bojonegoro, Farid Naqib kepada suarabanyuurip.com, Kamis (15/7/2020).Â
Namun demikian, lanjut Farid, sapaan akrabnya, dari hasil cek lapangan yang dilakukan sumur bekas pengeboran air itu sudah mati tidak ada lagi gas yang keluar.
“Gasnya sudah nggak ada,” ucap mantan Camat Padangan itu.
Bagian Sumber Daya Alam Bojonegoro sebelumnya telah melakukan cek dengan alat geolistrik di lokasi keluarnya gas. Warga sudah disarankan mengebor tanah di tempat lain untuk keperluan air musala.
“Kuatirnya nanti air di situ masih ada bau gas,” tegas Farid.
Menurut Farid, keluarnya gas tersebut sebetulnya hal biasa. “Kadang ada gas yang terperangkap,” pungkasnya.
Keluarnya gas dari lubang pengeboran sumur air di RT 001 RW 007 Dusun Padasmalang, sebelumnya telah menghebohkan warga. Mereka penasaran untuk melihat fenomena tersebut, karena pipa air saat di sulut menyala.
Keluarnya gas bermula saat dilakukan pengeboran air untuk kebutuhan musala, Minggu (12/7/2020) lalu. Setelah kedalaman mencapai sekira 35 meter, terdengar suara mendesis disertai bau gas.Â
“Karena curiga akhirnya gas yang keluar dari dalam sumur itu dibakar, dan menyala,” ujar Imam S Kamar, warga setempat, kemarin.
Peristiwa tersebut menjadi viral setelah beberapa mengunggahnya di media sosial. Banyak warga dari desa lain yang merasa penasaran. Sehingga pihak keamaan memasang garis polisi di lokasi.(suko)Â