Bojonegoro Bangun Taman Penitipan Anak di Tiap Kecamatan

20562

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro - Tini (37), warga Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sekarang bisa bekerja di pabrik rokok Sampoerna dengan tenang. Anaknya yang berusia 2,5 tahun tidak lagi dititipkan kepada orang tuanya selama dia bekerja.

Sekarang di Kecamatan Kalitidu terdapat taman penitipan anak atau TPA. Tini tinggal menitipkannya sementara selama bekerja. 

“Taman penitipan anak ini sangat membantu ibu-ibu yang memiliki anak kecil dan bekerja,” ujarnya. 

Senada disampaikan Suti Rahayu. Guru SMA Negeri Kalitudu itu tidak lagi menyewa pembantu untuk mengasuh anaknya. Sehingga dapat menghemat pengeluaran setiap bulannya. 

“Semoga adanya taman penitipan anak ini menjadikan Bojonegoeo menjadi kabupaten ramah anak,” pungkasnya. 

Di Kabupaten Bojonegoro sekarang ini berdiri taman penitipan anak di tiga kecamatan. Yakni di Kecamatan Baureno, Kapas dan kalitidu. Tempat ini dilengkapi dengan fasilitas permainan anak edukatif, dan tenaga pengasuh yang memiliki keterampilan mengasuh dan merawat anak. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3A KB) Bojonegoro, Anik Yuliarsih menjelaskan tujuan pembangunan taman pendidikan anak ini untuk memberikan rasa aman dan pendidikan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak. Selain itu mengoptimalkan tumbuh kembangan anak dalam pengasuhan pendidikan, perawatan, perlindungan dan kesejahteraan anak.

“Adanya taman penitipan anak ini bisa menggantikan sementara peran orang tua selama bekerja,” ujar Anik di sela-sela peresmian tiga Taman Pendidikan Anak yang dipusatkan di Kecamatan Kalitidu, Jumat (24/7/2020).

Ketiga taman penitipan anak yang diresmikan hari ini adalah program tahun anggaran 2019.  Masing-masing taman penitipan anak memiliki lima tenaga pengasuh berstatus non pegawai negeri sipil (PNS). Mereka telah dibekali keterampilan tentangan pengasuhan dan perawatan anak. 

“Untuk tahun 2020 ini, kita juga akan membangun taman penitipan anak di Kecamatan Ngasem,” ucap Anik.

Baca Juga :   Bojonegoro Buka 2.844 Formasi PPPK

Pembangunan taman penitipan anak ini merupakan implementasi dari program kebijakan kabupaten layak anak (KLA) yang dilaksanakan pemkab. Bojonegoro selama tiga tahun berturut-turut mulai 2015 sampai 2018 memperoleh KLA kategori Pratama. Kemudian meningkat pada tahun 2019 dengan Kategori Madya. 

“Untuk tahun 2020, acara penganugrahan KLA ditunda akibat Covid-19 sehingga akan dilaksanakan pada 2021,” ucap wanita yang pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan itu.

Anik berharap, dengan adanya kebijakan KLA ini, setiap wilayah kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan, desa/kelurahan dapat mengembangkan sistem pembangunan berbasis hak anak sebagai implementasi dari konfrensi hak anak di era otonomi daerah. 

Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga swasta, terutama media secara terencana menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijkan program dan kegiatan dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. 

“Dengan begitu kita bisa mewujudkan desa kelurahan ramah anak, kecamatan ramah anak, sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, jaksa ramah anak, hakim ramah anak, dunia usaha ramah anak, jurnalis ramah anak, ponpes ramah anak, tempat ibadah ramah anak hingga perlindungan khusus terhadap anak dari kekerasan,” pungkasnya. 

Taman penitipan anak ini merupakan salah satu dari 17 program prioritas pemkab dalam mewujudkan Lingkungan ramah perempuan, anak, penyandang disabilitas serta kaum dhuafa. Secara bertahap fasilitas itu akan dibangun di 28 kecamatan untuk meningkatkan kwalitas hidup anak. 

“Untuk tahun 2021 kita akan bangun tiga sampai empat taman penitipan anak. Nanti bisa memanfaatkan tempat atau lokasi yang sudah ada,” sambung Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.

Alasan dibangunannya taman penitipan di tiga kecamatan pada tahap awal ini karena Kecamatan Baurno, Kapas dan Kalitidu, merupakan sentra pabrik rokok yang banyak mempekerjakan ibu-ibu. Sehingga dapat membantu mereka menitipkan anak-anaknya selama bekerja. 

Baca Juga :   Polres Tuban Tak Larang Bentor

“Ini memberikan waktu ibu-ibu bekerja untuk mensupport ekonomi keluarga. Sehingga orang tua bisa tetap bekerja, dan anaknya masih tetap terurus dengan baik,” tegas mantan politisi senayan itu.

Bu Anna, panggilan akrab Bupati Bojonegoro, meminta agar setiap taman pendidikan anak dipasang closed circuit television (CCTV) yang dikonekan dengan P3A KB. Tujuannya untuk memantau kegiatan anak-anak selama dititipkan mulai pukul 07.00 – 16.00 wib. 

“Jangan sampai terjadi eksploitasi anak di taman penitipan anak. Saya minta Dinas Kominfo segara memasang CCTV,” pesan Bu Anna, panggilan akrab Bupati Bojonegoro.

Selain itu, Bu Anna mengingatkan pentingnya administrasi dan standart operasi prosedur (SOP) di masing-masing taman penitipan anak. Data administrasi yang dimaksud adalah mulai mengisi daftar buku penitipan anak, baik nama orang tua dan anak, serta bukti akte kelahiran. Tujuannya untuk memastikan anak-anak yang dititipkan di taman penitipan benar-benar anak-anak mereka.

“Karena kita tidak tahu anak-anak yang ditipkan dari mana. Apakah benar anak yang dititipkan ini anaknya sendiri atau anak orang lain. Jangan sampai taman pendidikan anak ini menjadi penadah anak penculikan,” pesan Bu Anna. 

SOP penyerahan dan pengambilan anak di taman pendidikan anak juga harus diperhatikan. Pendaftaran dan pengambilan harus dilakukan orang tuanya.

“Tapi jika benar-benar emergency orang tuanya nggak bisa mengambil, harus menghubungi melalui video call untuk memastikan. Jangan sampai ada anak hilang di taman penitipan anak. Ini agar betul-betul diperhatikan dan diantisipasi,” tuturnya. 

Bupati perempuan pertama Bojonegoro itu berharap taman pendidikan anak yang dibangun ini bisa menjadi rolemodel, karena beberapa kabupaten belum melaksanakannya.(suko) 


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *