SuaraBanyuurip.com -Â Realisasi kegiatan eksploitasi hulu migas rata-rata belum melampaui 50 persen target. Untuk kegiatan pengeboran sumur pengembangan, realisasinya sebanyak 134 sumur atau setara 34 persen dari target tahun ini sebesar 395 sumur.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu minyak dan gas (SKK Migas) memprediksi realisasi eksploitasi akhir tahun 2020 ini akan mencapai 306 sumur. Sementara sumur workover atau kerja ulang baru mencapai 320 sumur atau setara 38 persen dari target sebanyak 837 sumur.Â
“Outlook akhir tahun diperkirakan sebanyak 767 sumur,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.
Adapun kegiatan well service baru mencapai 13.415 kegiatan atau setara 48 persen dari target yang sebesar 28.151 kegiatan.
“Kami terus berupaya agar seluruh perencanaan kegiatan eksploitasi dapat terlaksana sesuai dengan rencana di akhir tahun 2020 nanti. Saya sudah minta agar fungsi di SKK Migas lebih pro aktif untuk berkoordinasi dengan KKKS agar rencana kerja mereka dapat dilaksanakan sesuai target yang ada.” tegas Dwi dilansir dari situs resmi SKK Migas.
Sedangkan kegiatan eksplorasi berupa studi G&G SKK Migas mencatat baru mencapai 56 pekerjaan di Semester I-2020. Jumlah tersebut setara 35 persen dari target tahun ini yang sebanyak 161 pekerjaan.
Sementara untuk kegiatan survei seismik 2D menunjukkan realisasi yang cukup baik, yakni mencapai 20.919 km atau 74 persen dari target tahun ini yakni sebesar 28.324 km.
“Capaian ini melampaui realisasi tahun 2019 yang sepanjang 14.376 km. Kita memprediksi hingga akhir tahun nanti realisasinya akan mencapai 26.396 km,” tandas Dwi.
Namun untuk survei seismik 3D, diakui Dwi cukup mengalami tekanan. Realisasinya di semester I-2020 baru mencapai 14 persen dari target atau setara 477 km² dari target 3,421 km². Hingga akhir tahun kegiatan seismik 3D diproyeksikan hanya akan mencapai 2.295 km².
Dwi menyatakan pihaknya tetap berupaya mendorong kegiatan eksplorasi termasuk mendorong Kontraktor kontrak Kerja Sama (KKKS) guna merealisasikan rencana kerja yang ada. Karena kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas menjadi bagian penting, utamanya untuk menjaga ketahanan energi nasional di masa mendatang.
“Untuk itu, walaupun saat ini kami banyak melakukan penyesuaian efisiensi akibat rendahnya harga minyak dan pandemi Covid-19, SKK Migas tidak mengurangi gencarnya kegiatan eksplorasi sebagai upaya mencapai visi produksi 1 Juta BOPD di tahun 2030,” pungkasnya.(red)Â