EMCL Serah Terimakan Program Fasilitas Air Bersih Desa Gayam

20686

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama LSM SPeKTRA Surabaya, melakukan serah terima program Fasilitas Sistem Pengelolaan Air Bersih yang Berkelanjutan di Dusun Sumur Pandan, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (13/8/2020).

Program penyediaan fasilitas air bersih yang dilaksanakan di Desa Gayam tersebut melibatkan masyarakat sebagai pelaksana program melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Sumur Agung.

Dalam laporannya, Ketua Hippam Sumur Agung, Sukoco, mengatakan pembangunan tandon air bersih di dua lokasi, yaitu di Dusun Gayam dan Sumurpandan. Masing masing berdaya tampung rata rata 18 meter kubik, dan tinggi 10 meter.

Penyambungan pipa transmisi dari titik sumber dekat SMP ke tandon Dusun Gayam kurang lebih 140 meter. Pengadaan dan pemasangan pipa jaringan transmisi 3 dim sepanjang sekira 1.500 meter untuk Dusun Gayam.

Sedangkan pengadaan dan pemasangan pipa jaringan transmisi 2 dim dari titik sumber ke tandan untuk Dusun Sumurpandan kurang lebih 1.200 meter. Pengadaan dan pemasangan pipa jaringan transmisi 2 dim dari tandon Sumurpandan depan GOR sekira 400 meter.

“Ini untuk membantu suplai ke Dusun Kaliglonggong Kidul,” kata Sukoco.

Sementara pengadaan jaringan listrik dengan daya 6.600 Watt untuk dua titik Dusun Gayam dan Sumurpandan. Pengadaan dan pemasangan biopori 50 titik sekitar sumber air tersebar di beberapa kawasan pemukiman. Adapun kedua titik seumber merupakan sharing desa dan masyarakat Gayam. Untuk anggaran yang terserap sesuai dengan rencana program sebesar Rp711.464.900, ditambah sharing dua titik sumber air Dusun Gayam dan Sumurpandan.

“Rencana kegiatan ini dilaksanakan efektif bulan Desember 2019 sampai Maret 2020. Karena pandemi Covid-19, membuat adanya keterlibatan dalam penyelesaian. Sebagai komitmen bersama diperpanjang sampai bulan Juli 2020. Sehingga hari ini merupakan puncak kegiatan untuk melaporkan segala bentuk kegiatan yang terlaksana,” tandasnya.

Kades Gayam Winto, melalui Sekdes Gayam, Narito, mengucapkan terimakasih kepada EMCL, SKK Migas, hingga sekarang ini masih tetap memberikan dukungannya secara nyata untuk pemberdayaan warga masyarakat Desa Gayam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Diantaranya adalah program air bersih. Dengan dibangunnya air bersih ini menjawab bahwa selama ini sebagian warga Gayam yang sering kekurangan air sekarang bisa tercukupi.

Baca Juga :   JOB P-PEJ Tolak Permintaan Bupati Bojonegoro

“Harapan kami kedepan sinergitas yang baik ini tetap terus berkelanjutan, dan tentunya disesuaikan dengan program desa,” ucapnya.

Sementara perwakilan EMCL, Ichwan Arifin, mengatakan, bahwa dengan berproduksinya lapangan Banyu Urip sebesar 220 ribu barel per hari (Bph) ini tentunya sangat berarti bagi negara, dan juga warga masyarakat sekitar operasi. Seperti program air bersih ini yang telah dirasakan oleh warga Gayam dan desa sekitar Blok Cepu lainnya.

“Alhamdulillah program ini awalnya tiga tower sekarang bertambah dua tower, jadi total keseluruhan lima tower tandon air bersih di Desa Gayam. Semoga bermanfaat, dan terus dirawat dengan baik dan dikembangkan secara mandiri. Agar terbentuk kemandirian yang baik pula,” kata Ichwan.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Dimas, mendukung atas kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan oleh EMCL di sekitar operasinya melalui program CSR. Ia berpesan untuk selalu berkoordinasi dengan baik mulai dari Pemkab, desa, kecamatan dan terkait lainnya. Agar program yang dijalankan bisa selaras.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas dukungannya selama ini. Sehingga semua bisa berjalan dengan lancar, aman, tanpa ada kendala,” imbuhnya.

Camat Gayam Agus Haryana Panca Putra, mengapresiasi atas program air bersih dari EMCL untuk warga masyarakat di wilayah Kecamatan Gayam. Salah satunya di Desa Gayam ini yang sudah ada lima tower air bersih. Sehingga kedepan warga Gayam sudah tidak lagi kekurangan air bersih sebagai kebutuhan pokok keluarga.

Meski ada pandemi Corona, dalam berkarya tetap terus berjalan. Namun disisi lain juga harus mematuhi himbauan tentang protokoler kesehatan, yaitu mekai masker dan lain sebagainya.

Diharapkan kegiatan kemasyarakatan tidak hanya berhenti sampai disini, namun kedepan terus berkelanjutan. Seperti pemberdayaan lainnya juga perlu berjalan dengan baik. Misalnya kotoran hewan di Gayam banyak dan bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kandang.

Selain itu diharapkan pula pengurus HIPPAM) Sumur Agung untuk menjaga dan merawat dengan baik bangunan tandon air yang ada ini. Karena kebiasaannya bisa membangun tidak bisa merawat. Hal ini jangan sampai terjadi.

“Saya menghimbau pemdes terus meningkatkan bagaimana tata kelola yang baik ini bisa berkembang dan bisa membangun sendiri. Agar kedepan bisa bertambah lagi untuk tandon air bersihnya,” ujarnya.

Baca Juga :   PEPC Bangun Poros Desa Kaliombo

“Bojonegoro ini luas, mulai 2018 ada pemerataan pembangunan. Kegiatan CSR bisa diberikan juga diwilayah lain yang benar benar membutuhkan. Bila anggaran dari APBD tidak mencukupi,” sambung dari dinas Bappeda Reza.

Terpisah, Fasilitator Koordinator Manajemen SPeKTRA, Ali Abidin, mengungkapkan, program peningkatan akses air bersih berbasis pada pengelolaan masyarakat di Desa Gayam Tahun 2020 merupakan prorgam pengembangran masyarakat SKK Migas -  EMCL dalam mengatasi kebutuhan air bersih di Desa Gayam. Khususnya Dusun Gayam dan Dusun Sumur Pandan.

Dimana merupakan pengembangan dari program- program air bersih bantuan dari EMCL bekerjasama dengan NGO SPEKTRA sejak tahun 2012. Hampir seluruh wilayah di Desa Gayam sudah menikmati air bersih. Tetapi setelah berjalan dan ada perubahan kondisi alam sehingga debit air yang mensuplai bak penampung air di Desa Gayam berkurang. Sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat dikarenakan suplai air harus bergantian dan juga terkadang harus disuplai dengan tangki karena debit air yang tidak mencukupi.

Pemerintah Desa Gayam berinisiatif untuk adanya tandon airir bersih di Dusun Gayam dengan kapasitas minimal 18 m3 atau setara dengan 18000 liter yang nantinya mampu untuk melayani penerima manfaat di RT 1,2,3,4,8,9,10 dan 11. Dengan jumlah penerima manfaat  kurang lebih 380 Sambungan Rumah (SR).

Dan Dusun Dambung dengan kapasitas minimal 18 liter yang nantinya mampu untuk melayani penerima manfaat di RT 19,20,21,22,23 dan 30 dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih 342 SR. Beserta jaringan perpipaannya dari program EMCL dan pemerintah desa berkomitmen untuk mengupayakan pengeboran titik sumber sesuai dengan debit air yang di butuhkan dan kualitas air yang memenuhi standart parameter air bersih.

“Program tahun 2019-2020 Dusun Gayam dan Sumur Pandan peningkatan pelayanan akses air bersih 650 SR,” kata Ali Abidin usai acara serahterima program.

Hadir dalam acara serahterima program di Dusun Sunurpandan adalah EMCL, SKK Migas, BAPPEDA, Dinas Lingkungan Hidup ( DLH), DPU Cipta Karya, Puskesmas Gayam, Muspika Gayam, dan tokoh masyarakat desa setempat. Serahterima ditandai dengan pecah kendi dan buka kran air oleh Camat Gayam, Agus Haryana Panca Putra, dan disaksikan oleh semua tamu undangan yang hadir.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *