Pertamina EP Sukowati Field Fokus Tangani Stunting di Tuban

PEDULI KESEHATAN : Pertamina EP Sukowati Field sedang fokus menangani balita stunting di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Tuban – Operator lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Sukowati, Blok Tuban, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Sukowati Field, Zona 11 Subholding Upstream, kini tengah fokus menangani stunting di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ini sebagai upaya memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat khususnya di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Filed Relation PEP Sukowati Field, Zona 11 Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream, Eko Yudha Prawira mengatakan, bahwa pelaksanaan program Corporate Social Responsibility atau CSR yang berfokus tangani Stunting di Desa Rahayu, itu diselenggarakan melalui program Sahabat Pertamina yang bekerjasama dengan Institute Sains Teknologi dan Kesehatan Icsada (ISTEK ICsada) Bojonegoro.

“Desa Rahayu merupakan salah satu desa dengan angka stunting tertinggi di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yaitu sebanyak 38 balita,” kata Yudha, panggilan akrab Eko Yudha Prawira kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (22/03/2023).

Dia menjelaskan, angka balita stunting tersebut telah dikonfirmasi oleh Bidan Desa Rahayu, Sri Retno Widyawati. Sedangkan penyebab umum terjadinya stunting di desa ring 1 lapangan migas Sukowati ini diantaranya faktor ekonomi, pola asuh yang kurang baik, serta sejumlah faktor lainnya.

Baca Juga :   Berharap Pelatihan Sertifikasi Terus Berlanjut

Salah satu kegiatan Sahabat Pertamina di Desa Rahayu.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Oleh sebab itu, menurut Yudha, PEP Sukowati Field yang sebagian operasi perusahaannya berada di Desa Rahayu mencoba mengambil peran untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Beberapa kegiatan pada program Penguatan Kesadaran Kesehatan Berbasis Masyarakat (Sahabat) Pertamina telah disusun untuk penanganan stunting di Desa Rahayu.

Sebanyak enam kegiatan utama tercatat disusun, antara lain, kelas ibu hamil, ibu menyusui dan calon pengantin; Posyandu remaja; Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita Stunting; Pemberian PMT kepada ibu hamil; Pendampingan keluarga; serta Pemeriksaan dan Pengobatan Masyarakat (PPM).

Enam kegiatan utama ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Desa Rahayu. Selain itu, kegiatan lainnya masih tetap berjalan. Diantaranya Mobil Layanan Kesehatan dan Tenaga Kesehatan masih terus dilaksanakan di tiga desa. Yakni di Desa Bulurejo, Kebonagung, dan Desa Rahayu.

Pemberdayaan Lansia dan Pra Lansia juga terus dilakukan. Salah satunya melalui kelompok pengolahan bunga telang menjadi minuman kesehatan yang terintegrasi dengan Taman Lansia Desa Rahayu.

Baca Juga :   Semen Indonesia Dorong Kemandirian Warga Kasiman

“Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Rahayu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Rahayu, Imam Lughuzali menambahkan, bahwa kegiatan PMT balita stunting sasarannya adalah untuk keluarga yang tergolong tidak mampu. Sedangan PMT bagi ibu hamil (bumil) ialah untuk bumil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK).

“KEK ini adalah keadaan dimana ibu mengalami malnutrisi yang disebabkan kekurangan satu atau lebih zat gizi makanan yang berlangsung menahun (kronik),” imbuhnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *