Konsumsi BBM di Tuban Meningkat

20690

SuaraBanyuurip.comTeguh Budi Utomo

Tuban –  Berlakunya adaptasi baru disaat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memantik tren kenaikan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus mencatat hingga akhir Juli 2020, terjadi kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) sebesar 7.5 persen, dan BBM jenis Gasoil (Solar, Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) sebesar 20 persen. Kenaikan tersebut dibandingkan dengan konsumsi BBM sejenis bulan Juni 2020.

Sedangkan untuk konsumsi LPG 3 Kg terjadi kenaikan sebanyak 5 persen pada periode sama. Jika pada bulan Juni sebanyak 3.190 MT, di bulan Juli konsumsinya menjadi 3.370 MT.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus, Rustam Aji,  mengatakan, kenaikan konsumsi ini karena  mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan. Semenjak dibukanya kembali kegiatan perekonomian dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, menjadi salah satu faktor kenaikan konsumsi BBM tersebut.

Ia katakan, pada bulan Juni 2020 kemarin, Pertamina mencatat konsumsi BBM jenis Gasoline sebesar 7.200 KL dan BBM jenis Gasoil sebesar 7.900 KL. Sedangkan bulan Juli kemarin, penyaluran BBM di Tuban naik menjadi 7.700 KL untuk Gasoline dan 9.600 KL untuk Gasoil.

Baca Juga :   Proyek TBR Kurangi Pengangguran

Dari kenaikan tersebut juga, Pertamina mencatat kenaikan tertinggi pada BBM jenis Pertamax dengan persentase kenaikan sebesar 10 persen pada bulan Juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Diikuti dengan BBM jenis Pertalite dengan persentase kenaikan hampir 8 persen dari Juni ke Juli.

Kenaikan konsumsi juga terjadi pada LPG ukuran tabung 3 Kg. “Salah satu faktor penyebabnya karena pada akhir Juli kemarin, kita merayakan Hari Raya Idul Adha, yang membuat aktivitas memasak dan penggunaan LPG bertambah,” ujar Rustam Aji, Kamis (13/08/2020).

Pertamina berkomitmen menyalurkan BBM dan LPG kepada masyarakat merupakan penugasan dari Pemerintah. Lembaga penyalur BBM Pertamina di Tuban terdiri dari 29 SPBU, sedangkan untuk LPG Subsidi terdapat 22 Agen, dan 799 Pangkalan resmi.

Selama adaptasi kebiasaan baru Pertamina telah memberlakukan protokol kesehatan di seluruh lini bisnis perusahaan. Diantaranya adalah pemberian Alat Pelindung Diri (APD) bagi operator yang bertugas di SPBU, penggunaan masker, disinfektan secara berkala, dan pengecekan suhu bagi operator yang melakukan shift di SPBU.

Baca Juga :   Faisal Basri Akan Kunjungi Bojonegoro

Di Agen dan Pangkalan, Pertamina juga memberlakukan protokol kesehatan dan juga melakukan disinfektasi secara berkala terhadap tabung-tabung LPG yang akan dijual kepada pelanggan. Hal ini semata-mata untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan pelayanan terbaik untuk pelanggan setia produk Pertamina. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *