Meriahkan HUT RI, Gelar Lomba Balap Karung dan Panjat Pohon Pisang

20718

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Adanya pandemi Covid-19, tahun ini kegiatan warga masyarakat dalam meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 75 Republik Indonesia tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata kegiatan perlombaan yang mereka lakukan cukup sederhana.

Perlombaan panjat pinang, dan balap karung yang pesertanya dari anak-anak digelar warga masyarakat Dusun Gampeng, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Minggu 16 Agustus 2020 malam misalnya.

Panjat pinang merupakan sebuah perlombaan yang memang khas diadakan ketika 17 Agustus tiba. Lomba yang satu ini cukup menarik minat warga karena bermacam macam jenis hadiah yang disajikan. Selain itu, tantangan yang diberikan kepada para peserta lomba juga cukup besar, sehingga lomba ini mampu menghibur para penonton.

Jika biasanya lomba panjat pinang diadakan dengan tiang tertancap ditanah berdiri tegak lurus, dan terbuat dari pohon jambe. Panjat pinang yang dilakukan warga desa pinggiran hutan ini tergolong unik. Karena terbuat dari pohon pisang yang digantung, dan dibawahnya dipenuhi lumpur. Sehingga peserta yang gagal memanjat akan terjatuh ke lumpur.

Baca Juga :   Serah Terimakan 10 Program Pengembangan Masyarakat di Bojonegoro

Sedangkan pesertanya dari pemuda yang usianya rata-rata 15 sampai 17 tahun, dan jumlah timnya juga dibatasi. Dari total lima tim, satu timnya hanya tiga orang. Keunikan lomba yang tidak seperti biasanya ini cukup menghibur warga setempat. Meski tergolong perlombaan yang sederhana.

“Sengaja lomba Agustusan tahun ini dibuat sederhana saja. Karena pandemi Covid-19. Balap karung pesertanya anak-anak kecil. Peserta panjat pohon pisangnya juga pemuda yang berusia belasan. Alhamdulillah berjalan lancar, dan bisa menghibur warga,” kata anggota panitia lomba, Hendro, kepada Suarabanyuurip.com, disela-sela kegiatan lomba.

Hendro menjelaskan, berbagai macam jenis hadiah yang diperebutkan dalam lomba panjat pisang. Diantaranya baju, kaos, rokok, beberapa ekor bebek, dan mentok.

“Di bawah pohon pisang yang digantung, sengaja diberikan lumpur campur air. Tujuannya menjaga keselamatan peserta yang gagal memanjat jatuhnya dilumpur, jadi aman tidak membuatnya sakit, dan kaki keseleo,” tutur pria bertubuh kurus ini.

Kegiatan lomba ini selain mendapat dukungan Pemdes Butoh, juga dari tiga organisasi pencak silat, yaitu PSHT, Persinas Asad, dan Rasa. Disisi lain, pihaknya tetap memberikan arahan bagi warga yang nonton mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Kapolres Silaturahmi ke PSHT Bojonegoro, Cooling System Jelang Pilkada 2024

“Meski dilakukan dengan cukup sederhana, tapi sangat menghibur banget, Pak,” ujar seorang penonton warga setempat, Rais.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *