Pemkab Bojonegoro Diminta Anggarkan Pelatihan Sertifikasi Migas

20745

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mengalokasikan anggaran untuk pelatihan sertifikasi dibidang migas bagi warganya.

“Agar mereka memiliki kualifikasi yang dibutuhkan industri migas,” ujar Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro  Ahmad Supriyanto saat rapat kerja dengan Tim Anggaran Daerah (TPAD) di ruang paripurna Gedung DPRD Bojonegoro, Rabu (19/8/2020).

Menurut Supriyanto, warga Bojonegoro selama ini terkendala masalah sertifikasi. Sehingga mereka banyak yang tidak terakomodir di proyek migas seperti Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang sedang berlangsung sekarang ini.

“Akibatnya untuk tenaga semi skill dan skill diisi orang dari luar Bojonegoro,” tegas Politisi Partai Golkar itu.

Data yang dia miliki, dari 39 ribu pengangguran di Bojonegoro, baru 27% yang bekerja. Sedangkan proyek Gas JTB saat ini menyerap sekitar 2.700 tenaga kerja. Sementara kebutuhan tenaga kerja saat puncak konstruksi yang diperkirakan sampai akhir tahun ini akan mencapai 6.000 orang.

“Ini harus dipersiapkan Disperinaker Bojonegoro. Bagaimana warga memiliki sertifikasi migas agar bisa terlibat di proyek gas JTB, sehingga target pengangguran berkurang,” tandas anggota Komisi C itu.

Baca Juga :   Kementerian ESDM Percayakan Peningkatan IP ASN Kepada PPSDM Migas

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Welly Fritama menjelaskan, sekarang ini sedang menyusun format tentang pelatihan sertifikasi sesuai kebutuhan kerja di industri migas. Salah satunya menggandeng operator dan kontraktor migas yang melakukan kegiatan di Bojonegoro.

“Kami juga sudah koordinasi dengan PPSDM Migas Cepu untuk pemberian pelatihan sertifikasi. Pada prinsipnya mereka siap bekerja sama,” tegas Welly.

Ditanya kapan pelatihan sertifikasi di PPSDM Migas Cepu akan dilaksanakan, Welly belum bisa memastikan. Karena anggaran untuk pelatihan tersebut belum dianggarkan dalam APBD 2020.

“Kalau kami tinggal tim anggaran. Jika pada P-APBD nanti dianggarakan ya akan kita laksanakan,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro itu mengakui jika selama ini belum pernah menganggarkan untuk pelatihan sertifikasi migas. Pelatihan yang diberikan selama ini seperti las, teknik mesin, menjahit, sablon, painting, dan pengolahan hasil pertanian.

“Belum pernah ada anggaran untuk itu,” pungkasnya.

Ketua TPAD Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan pelatihan sertifikasi di PPSDM Migas Cepu untuk gelombang pertama akan dilaksanakan pada 24 Agustus, dan gelombang ke dua pada September 2020. 

Baca Juga :   MCL Klaim Sudah Kucurkan CSR Cendana

“Untuk sertifikasi migas ini pemkab sinergi dengan pihak ke tiga dan PPSDM Migas Cepu,” pungkasnya.(suko)





»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *