SuaraBanyuurip.com – Didik Jatmiko
Bojonegoro – Hidup di tengah industri migas Banyu Urip, Blok Cepu, tidak membuat warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghilangkan tradisi. Mereka tetap melestarikan budaya turun temurun leluhurnya.
Seperti tradisi selamatan bucu kendit. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap bulan Muharam (Sura ), tepatnya hari Kamis Kliwon malam Jumat Legi.
Tradisi unik ini dilakukan saat matahari tenggelam (menjelang Mahgrib). Lokasinya di setiap perempatan jalan desa.
Salah satunya di di RT.11/RW.02 Desa Gayam, Kamis (27/08/2020). Warga berbondong-bondong menuju perempatan jalan desa. Mereka berkumpul membawa nasi bucu – makanan yang dibukungkus daun ujungnya lancip-. Kemudian berdoa bersama.
Sebagian masyarakat menyakini ritual ini sebagai tolak balak agar Desa Gayam dijauhkan dari pagebluk, termasuk virus corona atau Covid-19.
“Ini cara kita mengusir corona dari bumi Gayam,” ujar Kepala Dusun Gayam, Suwarji.
Ia menambahkan, tradisi selamaten bucu kendit rutin dilaksanakan warga. Â
“Ini sudah turun temurun,” pungkasnya.(dik)