SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Material lumpur jenis batuan sill yang dimuntahkan dari dalam tanah pada peristiwa semburan Oro-oro Kesongo di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencapai 329.000 m3 (meter kubik).
Letusan yang terjadi pada Kamis (27/8/2020) kemarin, adalah peristiwa terbesar sejak 30 tahun terakhir. Pernah terjadi pada tahun 2013 lalu, namun tidak sebesar yang terjadi kemarin. Bahkan area terdampak lebih luas. Namun tidak berpotensi seperti peristiwa Lapindo-Sidoarjo Jawa Timur.
Menurut Kasi Energi Cabang Dinas ESDM Kendeng Selatan Provinsi Jawa Tengah, Sinung Sugeng Arianto, peristiwa vulkanis ini terjadi secara periodik.Â
“Berbeda dengan letusa gunung. Memang kemarin paling besar dan terjadi beberapa saat. Pukul 5.30 sampai pukul 6.60 WIB pagi,†jelasnya.
“Pengamatan dari atas menggunakan drone, kami petakan luas luberan lumpur mencapai 3,39 hektare. Dengan ketebalan antara 1 – 1,5 meter,†lanjut Sugeng, Jumat (28/8/2020).
Dibandingkan dengan citra satelit, peristiwa itu tergolong kecil. Sebab, di jaman purba (Jaman Paleo) terjadi semburan dengan luasan letupan mencapai 114 hektare.
“Artinya letusan itu bisa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Saat ini masih berpotensi terjadi,†kata dia. Â
Sehingga antisipasi tetap harus dilakukan dengan harapan tidak terjadi bencana.(ams)