SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Setelah seorang pasien positif corona atau Covid-19 asal Desa Ngumpakdalem, dinyatakan sembuh, kini giliran pasien asal Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2020).
Pasien positif asal Ngraseh yang dinyatakan sembuh adalah laki-laki berusia 54 tahun. Sebelumnya, seorang pasien perempuan positif berusia 60 tahun dari klaster Pasar Kota Bojonegoro asal Desa Ngumpakdalem juga dinyatakan sembuh dari virus corona.
Kecamatan Dander merupakan wilayah terbanyak kedua positif virus corona setelah Kecamatan Kota Bojonegoro. Dari 9 kasus positif, sekarang ini 6 orang masih menjalani perawatan, dan satu orang asal Desa Ngunut telah meninggal dunia.Â
Keenam pasien yang masih menjalani perawatan adalah satu warga Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, dan lima orang di Desa Ngablak.Â
“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif di Bojonegoro hingga hari ini sebanyak 63 orang, meliputi yang dirawat 39 orang, meninggal dunia 11 orang dan Sembuh 13 orang,†ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Bojonegoro, Masirin, Sabtu (6/6/2020).
Dikatakan, hari ini tidak penambahan baru kasus positif virus corona. Selain itu juga tidak ada penambahan baru staus pasien dalam pengawasan pasien dalam pengawasan (PDP). Sehingga status PDP kumulatif sebanyak 23 orang, dalam pengawasan 2 orang, selesai dalam pengawasan 11 orang dan meninggal dunia 10 orang.
Untuk status ODP, lanjut Masirin, ada penambahan baru sebanyak 2 orang di Kecamatan Gayam dan Bojonegoro. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak 2 orang di Kecamatan Kalitidu 1 orang dan Ngasem 1 orang. Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 25 orang.
“ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 251 orang, meliputi dipantau 25 orang, selesai pemantauan 224 orang dan meninggal dunia 2 orang. Sementara untuk status ODR sebanyak 42.432 orang dan OTG sebanyak 368 orang,†tuturnya.
Untuk status ODR sebanyak 42.432 orang dan OTG sebanyak 368 orang. Masirin mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro mamatuhi instruksi pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan.
“Tetap di rumah saja, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker saat beraktifitas di luar rumah, hindari kerumunan dan jangan mudik,” pesan Masirin.(suko)Â