SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Keberadaan proyek pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah memberikan multiplier effect (efek ganda) bagi warga masyarakat sekitar operasi.
Selain menyerap tenaga kerja lokal, juga membuka peluang usaha. Salah satunya jasa penyewaan rumah untuk kontrakan dan kos bagi tenaga kerja (Naker) JTB luar daerah.
“Terlepas dari hal negatif, keberadaan proyek JTB telah memunculkan dampak positif. Seperti penyewaan rumah untuk kontrakan dan kos naker JTB,” kata pemilik rumah yang dikontrak naker JTB, Anton, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (28/8/2020).
Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, ini menjelaskan, dengan membuka jasa penyedia rumah kontrakan bagi naker JTB tentu bagian dari menangkap peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan dalam meningkatkan ekonomi.
Rumah miliknya yang disewakan untuk kos naker JTB berukuran sekira 6 x 10 meter, dan ditempati lima orang naker. Dengan bangunan tembok, fasilitas lengkap. Baik listrik, kamar mandi, ketersediaan air cukup, kamar tidur layak, dan lain sebagainya.
“Berapa lama penyewaannya, itu relatif. Karena menyesuaikan kontraknya naker lama atau tidak. Jika kontrak kerjanya lama tentu sewanya juga lama,” ujar pengusaha muda ring satu Banyu Urip, Blok Cepu ini.
Ditambahkan, untuk nilai sewa sebulan sekira Rp 3 juta, karena fasilitas cukup dan penyewa tidak perlu membayar biaya listrik, biaya air pam dan lainnya.
“Listrik, air, semua saya yang bayar. Naker tinggal menempati saja,” imbuhnya.
“Alhamdulillah nyaman, lancar saat berangkat dan pulang kerja. Karena lokasinya dekat dengan jalan raya Gayam,” sambung, Arwan, salah satu naker skill asal Surabaya.(sam)