SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Syair lagu Ya Lal Wathon terlantun dari bibir puluhan perempuan berbusana hijau, mengiringi perjalanan Khozanah Hidayati ke KPU Kabupaten Tuban, Jawa Timur hari Jumat Pon (4/9/2020).
Lagu ciptaan Almagfurlah KH Wahab Hasbullah tahun 1934 itu, terdengar bersemangat di depan Sekretariat KPU di Jalan Pramuka, Tuban. Riuh ratusan simpatisan parpol mewarnai lembaga penyelenggara Pemilu yang mulai tanggal 4 hingga 6 September membuka pendaftaran Cabup dan Cawabup. Â
Diantar Ketua dan Sekretaris DPC PKB Tuban, Noor Nahar Hussein dan M Miyadi, perempuan politisi itu mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Tuban. Mbak Ana, begitu sang legislator DPRD Jawa Timur akrab disapa, berpasangan dengan Muhammad Anwar, mantan Ketua DPC Partai Demokrat  Tuban yang sehari sebelumnya mengundurkan diri dari struktural partainya. Â
Berselang tak lama rombongan Aditya Halindra Faridzki dan Riyadi tiba di tempat sama. Dua anak muda itu merupakan kandidat Bupati dan Cabup Tuban yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat.
Anggota DPRD Jatim dan pengusaha itu didampingi jajaran pengurus DPD Partai Golkar dan DPC Partai Demokrat setempat. Tampak pula Bupati Tuban ke 51 Haeny Relawati Rini Wisyastuti—orang tua Aditya Halindra yang kini Anggota DPR RI dari Partai Golkar, dan karibnya di Senayan, politisi Partai Demokrat Didik Mukriyanto. Â
“Saya mohon dukungannya semoga bisa memimpin Tuban, salam Los Gak Rewel,†kata Khozanah Hidayati di samping Muhammad Anwar saat ditemui para jurnalis di tempat perhelatan.
Senada diungkapkan Lindra, begitu Adtya Halindra Fariszki biasa disapa. “Mohon doa dan dukungan teman-teman, dan masyarakat Tuban semoga terpilih sebagai Bupati Tuban,†kata Lindra.
Di depan Kantor KPU Tuban ratusan pendukung dari dua pasangan calon tersebut duduk-duduk menunggu proses pendaftaran. Mereka saling bersahutan meneriakkan yel-yel tagline kelompoknya.
“Ana Anwar, Los Gak Rewel,†teriak pendukung Khozanah Hidayati – Anwar.
“Lindra Riyadi, Da Di,†sambut pendukung Lindra-Riyadi.
Tak ada bentrok fisik. Pun tak terdengar saling ejek mendiskreditkan seterunya. Â Terlebih aparat dari Polres Tuban tampak persuasif mengawal massa yang didominasi kaum perempuan tersebut.
Mendekati waktu Sholat Jumat, dua pasang kandidat Bupati dan Wabup Tuban yang akan menggantikan kepemimpinan Fathul Huda dan Noor Nahar Hussein yang akan habis masa baktinya tahun 2021, ke luar dari ruang pendaftaran KPU.
Syair Ya Lal Wathon pun kembali terlantun mengiringi keluarnya para calon pemimpin dari daerah dengan 20 wilayah kecamatan. Mereka meninggalan tempat bersama figur yang digadangnya.
Ya Lal Wathon, Ya Lal Wathon, Ya Lal Wathon
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu Alal Wathon…
Selepas Sholat Jumat, pasangan Setiajit dan RM Armaya Mangkunegara juga mendaftarkan diri ke KPU Tuban. Tampak pasangan yang diusung PDIP, Gerindra, PAN, PPP, dan  PBB itu naik kuda dengan diiringi jajaran pengurus parpol bersama konstituen yang memberangkatkannya. (tbu)