SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Wisata Waduk Grobogan di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, punya pemandangan alam yang indah. Wisata ini cukup dikenal masyarakat Bojonegoro, dan cocok untuk dijadikan tujuan wisata akhir pekan.Â
Pada Sabtu, (5/9/2020), SuaraBanyuurip.com mengunjungi Wisata Waduk Grobogan. Akses menunju ke lokasi cukup mudah. Dari kota Bojonegoro, hanya membutuhkan waktu 20 menit perjalanan, atau jarak 7 kilometer (km) dari Terminal Rajekwesi.
Lokasinya pun tidak jauh dari Balai Desa Bendo. Hanya saja, harus menempuh jarak sekitar 1 km untuk menuju wisata tersebut. Sesampai di Wisata Waduk Grobogan, pengunjung langsung disuguhi pemandangan indah.
Ahmad Sholehuddin, Kelompok Sadar Wisata (Darwis) Desa Bendo yang menyambut SuaraBanyuurip.com. Ia bercerita, wisata berawal tahun 2017 lalu, praa pemuda mempunyai inisiatif untuk membuat gardu pandang. Karena, melihat tempatnya begitu nyaman ketika sore hari dan kebetulan para pemuda sering berkumpul di area waduk.
“Akhirnya tercetus membuat wisata. Kemudian para pemuda iuran untuk membeli kayu. Untuk membuat spot selfie,†kata Udin sapaan akrabnya.
Lelaki asli Desa Bendo, ini mengatakan tempat wisata ini dulu pernah mangkrak. Namun, setelah adanya kuliah kerja nyata (KKN) dari salah satu kampus Bojonegoro, pembuatan wisata berjalan lagi.
Akhirnya Pemuda Karang Taruna yang sempat berhenti kembali aktif dan saling memberi semangat. Dan terbuatlah spot selfie dan gardu pandang di sekitar waduk. Hal itulah, yang menyebabkan orang tertarik berkunjung.
“Awalnya hanya ada satu dua orang pengunjung saja. Namun, pada akhirnya pengunjung mulai banyak mengenal dan berdatangan,†kata Udin.
Karena itu, dari pemuda memberanikan untuk memberikan tiket parkir kepada pengunjung. Kemudian, mendapat perhatian dari Pemerintah Desa (Pemdes) Bendo, karena melihat pemuda aktif dalam mengolah potensi desa.
“Akhirnya dibentuklah kelompok sadar wisata,†katanya saat ditemui di area waduk.
Pada 2018 lalu, pemuda meresmikan wisata ini, karena pengunjung semakin banyak berdatangan. Apalagi ketika masuk akhir pekan, dalam sehari biasanya pengunjung mencapai 100 orang.
“Kalau nama Wisata Waduk Grobogan, diambil dari dam. Karena, ketika musim hujan arus air yang terlalu besar mengeluarkan suara grobog-grobog,†katanya. (jk)