Tingkatkan Ekonomi, BUMDes Barokah Manfaatkan Air Taman Tirto untuk Pertanian

20893

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Barokah, terus berusaha meningkatkan pergerakan perekonomian Desa Bonorejo. Salah satunya melalui pengelolaan wisata Taman Tirto Bonorejo yang terletak tak jauh dari area Ladang Minyak Banyu Urip, Blok Cepu.

Anggota BUMDes Barokah, Joko Susilo, mengatakan, dalam meningkatkan pergerakan perekonomian desa, pihaknya terus mengembangkan pengelolaan wisata Taman Tirto Bonorejo. Wisata desa ring satu ladang minyak Banyu Urip yang sudah di launching pada 6 September 2020 lalu ini tak hanya digunakan sebagai tempat mancing saja, namun airnya juga dikelola untuk pengairan lahan pertanian yang ada disekitarnya.

“Sementara sudah ada empat hektar lahan pertanian yang ditangani BUMDes Barokah untuk pengairannya,” kata Joko Susilo, saat ditemui Suarabanyuurip.com di lokasi wisata Taman Tirto Bonorejo, Rabu (9/9/2020).

Pria yang menjabat sebagai bendahara BUMDes Barokah ini menjelaskan, akan terus bersinergi dengan para petani agar kedepan semakin luas lahan pertanian yang mendapatkan pengairan dari BUMDes Barokah.

Baca Juga :   Tinjau Pasar Kramat Jati, Mendag Pastikan Harga Migor Sesuai HET

Joko Susilo menargetkan, kedepan ada 15 hektar sampai 20 hektar lahan pertanian yang diairi. Meski wisata Embung Taman Tirto Bonorejo mengandalkan air hujan dijamin tidak akan telat, karena disaat musim kemarau airnya diambilkan dari sungai gandong dan sumur yang telah disediakan.

“Sistem bagi hasilnya adalah setiap panen, dengan pembagian yang tidak memberatkan petani. Saat ini yang sudah berjalan petani sangat senang merasa terbantu karena kebutuhan air tercukupi, dan bisa panen dua kali musim kemarau,” ujarnya.

Disisi lain, lanjut Joksus begitu sapaan akrab Joko Susilo, meski wisata Taman Tirto Bonorejo bisa dikatakan baru seumur jagung, namun kedepan peningkatan pembangunannya akan terus dilakukan. Utamanya adalah tempat parkir pengunjung, dan tempat Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum. Termasuk penyiapan tempat penjualan makanan dan minuman (Mamin) ringan warga Bonorejo.

“Tujuannya agar kendaraan pengunjung yang datang memancing bisa tertata rapi dan jika ingin kebelakang tersedia MCK,” imbuhnya.

Untuk pengunjung yang datang memancing sudah lumayan banyak. Bahkan ada yang dari luar Bojonegoro, yaitu Blora, Jawa Tengah. Sedangkan untuk tiket mancing hari biasa Rp 25.000, dan tidak ada batasan waktu bisa mulai pagi sampai malam.

Baca Juga :   Pedagang Asongan Ini Sehari Beromset Rp3 Juta

“Alhamdulillah meski baru seumur jagung, dalam pengelolaannya sudah ada profit. Jadi bisa untuk mengembangkan pembangunan yang belum ada,” imbuh pria berkulit sawo matang ini.

Terpisah Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan, mengaku, sangat mendukung pengurus BUMDes Barokah dalam meningkatkan pergerakan perekonomian desa melalui pengelolaan wisata Taman Tirto Bonorejo.

“Tujuannya kan baik, dan positif, yaitu meningkatkan perekonomian. Tentu kami mendukungnya,” sambung Rachmad Aksan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *