SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Sebagian besar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur meminta beras dari jenis Premium. Sedangkan pihak Kementrian Sosial (Kemensos) melalui Dinas Sosial Tuban mengabulkan permintaan warga kurang mampu secara ekonomi  tersebut.
Sedangkan data dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Semanding menyebut, untuk periode bulan September 2020 ini sebanyak 5.626 KPM menerima BPNT. Jumlah ini lebih banyak dari periode bulan sebelumnya sebanyak 5.601 (semula diajukan 5.611 namun 10 KPM kartu BNPT-nya belum terinjek) KPM. Mereka tersebar di 15 desa dan dua kelurahan di wilayah kecamatan setempat.
“Sesuai permintaan KPM saat diberi list pilihan beras seminggu sebelumnya, mayoritas meminta kualitas beras Premium dari sebelumnya Medium,†kata TKSK Kecamatan Semanding, Nurhadi, saat ditemui usai mengecek kualitas beras BPNT di Kantor Kecamatan Semanding, Tuban, Jumat (11/9/2020).
Cek fisik beras tersebut diikuti jajaran Kantor Kecamatan, Polsek, dan Koramil Semanding, Dinas Sosial Tuban, TKSK, media massa, dan perwakilan agen BPNT. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas dari bantuan yang akan didistribusikan kepada KPM. Â Â
Jika dirinci KPM yang meminta beras Premium, seharga Rp11.000 per Kg di tingkat KPM, sebanyak 5.374 KPM. Sedangkan untuk Medium, seharga Rp9.450 per Kg di tingkat KPM, sebanyak 252 KPM.
Selain itu untuk periode bulan ini, KPM juga ada meminta buah apel (4 KPM), daging ayam (30 KPM). Sedangkan untuk lauk pauk tempe dan tahu, semua KPM masih meminta. Total BPNT masih senilai Rp200.000 per KPM setiap periode, terdiri dari beras 15 Kg, telur ayam (18 butir), daging ayam (1/2 Kg), tahu (10 biji) dan sebatang tempe. .
“Perubahan permintaan kualitas beras ini, sesuai permintaan KPM. Kebijakan dari Kemensos dan kita di daerah mengabulkan permintaan warga penerima Bansos,†kata Nurhadi.
Selain Bansos non tunai, untuk satu periode di bulan September ini KPM yang termasuk kategori BPNT murni, tidak mendapatkan Bansos lain, menerima bantuan uang tunai Rp500.000 per KPM. Sekitar 2.300 KPM di Kecamatan Semanding telah mengambil dana tersebut di agen yang ada di desanya.
Sedangkan Santoso dari Dinas Sosial Tuban menyatakan, perubahan kualitas beras yang diberikan dalam program BPNT kali ini, sesuai dengan permintaan masyarakat. “Pemerintah merespon permintaan KPM untuk kualitas beras, sedangkan untuk bantuan lainnya seperti daging ayam, telur dan lainnya menyesuaikan dengan nilai bantuan yang diterima KPM,†kata Santoso.
Ia katakan, komposisi BPNT yang diberikan pemerintah kepada KPM untuk karbohidrat sebanyak 70 persen. Sisanya bisa diminta dalam bentuk daging ayam, ikan, telur atau buah. Jika dikalkulasi nilainya sebanyak Rp200.000 per KPM.
Kasi Kesra Kecamatan Semanding, Praptono, mengatakan, kualitas beras Medium dari BPNT periode sebelumnya sebenarnya sudah memenuhi standar dan layak konsumsi. Jika sekarang kualitasnya menjadi Premium tentunya lebih bagus lagi. Â
“Kami dari Forpimka Semanding sejak awal adanya program BPNT sudah serius mengawal, tujuannya agar Bansos dari pemerintah ini tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan program,†katanya di sela mengecek beras.
Dihubungi secara terpisah agen BPNT asal Desa Bejagung, Ana, mengatakan, kebanyakan KPM yang ada di wilayah kerjanya meminta perubahan beras dari Medium ke Premium. Permintaan itu sesuai dengan daftar yang ajukan KPM melalui agen.
“Saat pengambilan bantuan PKH dan BPNT (Rp500.000) saya Tanya, mereka menjawab kalau disuruh milih ya milih beras yang Premium,†kata Ana.
Selain itu, masih banyak warga yang belum pernah mendapatkan bantuan BPNT menyatakan, ingin ikut merasakan menerima BPNT. Di agennya tak ada KPM yang mengajukan pengunduran diri sebagai penerima Bansos BPNT. (tbu)