SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Jumlah desa terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meluas. Setelah sebelumnya enam desa mendapat dropping air bersih, hari ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mendistribusikan bantuan serupa kepada sepuluh desa, Kamis (17/9/2020).
Sepuluh desa yang menjadi sasaran dropping air bersih yakni Desa Mulyorejo, Gamongan, Kalisumber dan Malingmati, Kecamatan Tambakrejo; Desa Sugihwaras dan Desa Nganti, Kecamatan Ngraho; Desa Kasiman, Kecamatan Kasiman; dan Desa Donan Kecamatan Purwosari.
“Sehingga total air bersih yang didistribusikan mulai tanggal 7 September sampai hari ini sebanyak 92 rit,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia.
Sementara itu jumlah desa yang mengajukan permintaan bantuan air bersih sampai hari ini sebanyak 35 dusun 20 desa di 11 Kecamatan. Dengan rincian sebagai berikut Desa Sumberharjo dan Desa Margoagung Kecamatan Sumberejo, Desa Ngasem, Desa Butoh, Desa Kolong, Desa Jelu Kecamatan Ngasem; Desa Sumberbendo dan Desa Ngorogunung Kecamatan Bubulan; Desa Mulyorejo, Desa Gamongan, dan Desa Malingmati Kecamatan Tambakrejo.
Kemudian Desa Sumberjokidul Kecamatan Sukosewu; Desa Nganti dan Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho; Desa Kasiman Kecamatan Kasiman; Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander; Desa Donan Kecamatan Purwosari; Desa Bakulan Kecamatan Temayang; dan Desa Jamberejo Kecamatan Kedungadem.
Diprediksi dampak kekeringan akan terus bertambah karena musim kemarau masih berlangsung. Hasil kajian BPBD Bojonegoro, terdapat 10.628 kepala keluarga (KK) atau 33.923 jiwa di 54 dusun di 26 desa di 10 Kecamatan berpotensi terdampak kekeringan
“Untuk antisipasi kekeringan kami telah menyiapkan 1.000 tangki air yang akan didistribusikan di wilayah terdampak kekeringan,” tegas Ulfa, sapaan akrabnya.Â
Ditambahkan, BPBD Bojonegoro akan meminta bantuan kepada BPBD Jatim jika kebutuhan air bersih yang disiapkan masih kurang.Â
“Kami juga akan bekerjasama dengan pihak ketiga,” pungkasnya.(suko)