Pemdes Sudu Dukung Pembangunan Fasilitas Pemrosesan Gas Banyu Urip

19384

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Rencana pembangunan fasilitas pemrosesan gas ikutan dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, oleh oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), mendapat dukungan Pemerintah Desa Sudu, Kecamatan Gayam.

Pembangunan fasilitas pemrosesan bersama gas Lapangan Banyu Urip akan dilaksanakan PT BBS bersama Pertamina Gas (Pertagas) di tanah milik Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Lokasinya berada di sebelah timur gas metering Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Desa Sudu.

“Kami mendukung, sebab akan membuka peluang kerja maupun usaha bagi warga lokal sekitar pabrik gas,” ujar Kepala Desa Sudu, Abdul Manan kepada suarabanyuurip.com, Senin (5/10/2020).

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada PT BBS dan Pertagas maupun kontraktornya mensosialisasikan rencana pekerjaan pembangunan fasilitas pemrosesan gas kepada pemerintah desa dan masyarakat sekitar sebelum konstruksi dimulai.

“Sehingga kami bisa mengetahui peluang pekerjaan dan usaha yang bisa ditangkap dari adanya proyek itu,” tandasnya. 

Baca Juga :   Warga Sumber Ancam Demo JOB PPEJ

PT BBS sekarang ini sedang menunggu penetapan alokasi dan harga gas dari Ksmenterian ESDM. Perusahaan plat merah itu mengajukan penawaran pembelian 5 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) dari Lapangan Banyu Urip dengan jangka waktu delapan tahun.

“Kita perkirakan akhir Oktober ini sudah ada penetapan dari Kementerian ESDM,” ujar Direktur Utama PT BBS, Thomas Gunawan.

Gas olahan dari Lapangan Banyu Urip akan dimanfaatkan untuk kebutuhan perumahan, perhotelan, resto, dan rumah sakit. Sedangkan sisanya akan dipasarkan untuk industri di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Pembangunan fasilitas pemrosesan gas akan dimulai tahun depan dan ditargetkan selesai pada akhir 2021. Sekarang ini BBS bersama Pertagas sedang melakukan seleksi calon perusahaan yang akan membangun fasilitas pemrosesan gas bersama.

Dari sekian banyak perusahaan yang mendaftar, ada tiga calon kontraktor yang lolos sesuai persyaratan yang ditentukan dalam beauty contest . Yakni PT Santi, PT TIP, dan PT ETI. Dari jumlah itu akan diambil satu perusahaan.

Baca Juga :   Pertamina EP Sukowati Santuni 125 Anak Yatim

“Paling lambat akhir 2021 fasilitas sudah jadi, dan 2022 kita sudah bisa lakukan produksi,” pungkas mantan Project Directur Jambaran-Tiung Biru PT Rekayasa Industri (Rekind) itu.

Sebelumnya, Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Susana Kurniasih menjelaskan, rencana pemanfaatan gas Lapangan Banyu Urip oleh BUMD Bojonegoro masih dibahas detail di Divisi Komersial untuk mengetahui siapa pembeli gas, pemanfaatannya hingga harganya. Sehingga ketika diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seluruh proses sudah clear. 

“Ini nanti jadi hal penting yang akan disampaikan ke pak Menteri ESDM ketika minta persetujuan alokasi. Karena nanti yang memutuskan alokasi dan harga gasnya Pak Menteri,” tegas Susana.(suko) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *