SuaraBanyuurip.com -Â Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Masuk masa pergantian musim, warga Bojonegoro diminta mewaspadai tiga jenis bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat tiga jenis bencana itu adalah tanah longsor, puting beliung dan banjir.Â
Kepala BPBD Bojonegoro Nadief Ulfia mengatakan Oktober ini telah memasuki musim pancaroba.
“Puncaknya musim pancaroba menurut BMKG diprediksi akhir Oktober,” katanya, Jumat (9/10/2020).Â
Dia menjelaskan, ada 17 kecamatan yang berpotensi mengalami bencana angin puting beliung di Kabupaten Bojonegoro. Seperti Kecamatan Kapas, Kecamatan Balen, dan Kecamatan Sumberrrejo karena itu masyarakat perlu berhati-hati ketika berkendara dalam keadaan hujan.Â
“Ya, bencana alam yang perlu diwaspadai. Karena musim peralihan sering terjadi hujan disertai dengan angin kencang dan petir,” kata Ulfian sapaan akrabnya.Â
Ulfia mengatakan, ketika musim kemarau terjadi kekeringan dan kebakaran. Juga sebaliknya pada saat musim hujan akan terjadi banjir, hujan disertai angin kencang, dan tanah longsor.Â
“Karena itu, ketika sedang berkendara dan terjadi hujan disertai petir. Lebih baik berhenti segera mencari tempat berlindung,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.Â
Dia mengatakan, bencana banjir bandang juga berpotensi terjadi terutama di daerah selatan. Namun, menurutnya, Bojonegoro dalam menghadapi ancaman bencana banjir bandang berada pada kelas sedang. (jk)