SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Ketua Organisasi Pemuda Siddiqiyah (OPSHID) Bojonegoro, Kyai. Moh. Muchlisin, ajak para santri untuk lebih menguatkan keimanan dan memahami ajaran Raden Santri. Hal ini disampaikan saat ditemui Suarabanyuurip.com Kamis (22/10/2020) di Pesantren Majma’al Bahrain, Desa Ngraseh Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Menurutnya, kata santri ini dicetuskan oleh Syeh Ali Murtadlo (Raden Santri) yang di makamkan di Gresik. Syeh Ali Murtadlo adalah kakak dari Sunan Ampel.
Dijelaskan, kata santri terdiri dari kata Insan dan Tri. Bermakna tiga hal yang harus dilakukan oleh para insan. Pertama Insan harus sanggup berhubungan baik dengan Allah SWT. Kedua, berhubungan baik dengan sesama manusia. Kemudian yang ketiga, insan atau manusia harus bisa berhubungan baik dengan alamnya.
“Itu dari asal kata santri, sementara untuk tanggal hari santri ini didasari oleh revolusi jihad yang dicetuskan oleh Hadrotussyeh Hasyim Asy’ari,” tandas Kyai Muchlisin.
Kang Sin, sapaan akrabnya, juga mengajak para santri untuk lebih cinta tanah airnya. Karena cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
“Sebagaimana telah diteladankan oleh KH. Hasyim Asy’ari,” pungkasnya.(fin)