Kodim Bojonegoro Jelajah Desa Wilayah Teritorialnya

21261

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Tim patroli Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro, Jawa Timur, yang dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) Letkol Inf Bambang Hariyanto, melaksanakan jelajah desa diwilayah teritorialnya.

Patroli diawali dari lewat jembatan Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, hingga tembus Dusun Maor yang berjarak sekira 4 kilometer dari jembatan. Dimana jembatan berukuran 27×6 meter itu merupakan hasil pelaksanaan kegiatan Karya Bakti TNI Kodim 0813 yang bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro dan SKK Migas.

Jembatan Desa Clebung merupakan akses penting untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bagi 72 Kepala Keluarga (KK) Dusun Maor, yang berpenduduk 203 jiwa. Setibanya di Dusun Maor, disambut langsung Kepala Dusun (Kasun) Maor, Gunadi, bersama warga setempat. Tim patroli juga melaksanakan bakti sosial memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Nurul Hudha desa setempat.

Kemudian, tim patroli Kodim 0813 melanjutkan penjelajahan menuju Desa Gondang, Kecamatan Gondang, berjarak lebih kurang 6 kilometer. Tak mudah tim menembus jalan makadam bebatuan gunung di Desa Gondang yang merupakan jalan pintas penghubung antara Dusun Maor, Desa Ckebung ke Desa Gondang. Kondisi jalan makadam yang dibangun kisaran tahun 1982 sudah rusak parah.

Baca Juga :   Lima Bangunan Rumah Ludes Terbakar

Masyarakat setempat sangat berharap, jalan yang lokasinya berdekatan dengan Waduk Pacal yang sekaligus dapat digunakan sebagai destinasi wisata desa dan perikanan tersebut bisa tersentuh pembangunannya.

“Semoga jalan wilayah Selatan ini bisa cepat dibangun, sehingga akses lebih mudah untuk angkut hasil pertanian kami,” ungkap salah satu warga desa setempat dalam surat elektronik yang diterima Suarabanyuurip.com, Senin (26/10/2020).

Sementara diwilayah Kecamatan Gondang, tim patroli juga menyinggahi sumber mata air ‘Sendang Rondo Mori atau Banyu Banger’ yang terletak di Desa Sambongrejo.

Keberadaan sumber mata air ini sangat dibutuhkan sekira 13 ribu jiwa masyarakat di tiga desa. Yakni Desa Sambongrejo, Senganten, dan Gondang dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun pertanian. Namun, pemberdayaan sumber mata air belum maksimal dan pembangunannya sudah lama sejak pelaksanaan ABRI Masuk Desa (AMD) tahun 1982.

“Semoga kami bisa bersinergi atau berkolaborasi dengan Pemkab Bojonegoro untuk pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber mata air ini,” ujar Danposramil 0813-19/Gondang Peltu Yitno Kuncoro, Senin (26/10/2020).(sam)

Baca Juga :   Wantannas Blusukan ke Lamongan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *