SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kecelakaan tunggal sebuah bus pengangkut karyawan proyek gas Jambaran – Tiung Biru (JTB) di jalan Poros Umum Kecamatan (PUK) Kalitidu – Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tepatnya sebelah Utara Jembatan Desa Katur, Kamis (29/10/2020), disebabkan bukan karena sopir sedang menyulut rokok seperti yang diberitakan sebelumnya.
Insiden tersebut terjadi karena adanya motor milik petani yang terparkir di bahu jalan sisi kiri. Kemudian diperparah dengan kondisi jalan kurang bagus.
“Jadi kami tegaskan, insiden ini bukan karena sopir sedang menyulut rokok seperti kabar yang beredar dan pemberitaan sebelumnya,” tandas Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Zaenal Arifin kepada suarabanyuurip.com.
Dijelaskan, berdasarkan investigasi yang dilakukan,Team Security Proyek JTB Gas Processing Facility (GPF) menerima laporan dari Kepala Divisi Angkutan PT. Rekind, Fuad, bahwa telah terjadi kecelakaan tunggal kendaraan jenis Bus milik PT Rekind di Jalan Raya Gayam, tepatnya di sebelah Utara Jembatan Desa Katur, Kecamatan Gayam.
Bus digunakan untuk mengantarkan Karyawan Rekind menuju Site GPF. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), bus dengan Nopol E 7880 PA yang dikendarai oleh Sujanto membawa 13 penumpang Karyawan Rekind bermaksud menghindari motor milik petani yang terparkir di sisi kiri jalan. Tapi ternyata kondisi aspal di jalan tersebut tidak rata dan ada gundukan di bahu jalan sehingga membuat bus oleng kekanan keluar jalan dan akhirnya terperosok di persawahan sebelah kanan jalan.
“Insiden ini dikarenakan adanya motor yang terparkir di sisi kiri jalan, aspal jalan tidak rata, dan ada gundukan di bahu jalan,” tegas Zaenal.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang termasuk driver selamat.
Zainal menambahkan akan memaksimalkan fungsi jalur IAR untuk kendaraan angkutan karyawan Project GPF-JTB sehingga tidak ada lagi Bus yang melintasi jalur jalan raya Gayam yang rawan kecelakaan.(sam)