Blora Tak Ingin Pengalaman Buruk Jargas Blok Gundih Terulang

21289

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno 

Blora – Pengalaman buruk Proyek City Gas Blora, Jawa Tengah, tahun 2013 lalu hingga kini belum semua terselesaikan. Dari 4.000 Sambungan Rumah (SR), baru sekira 600an SR bisa teraliri gas. 

Tidak ingin terulang kedua kalinya, pelaksanaan proyek city gas program Kementerian ESDM tahap kedua untuk Blora sebanyak 4.018 SR di Blora, diperketat. 

Program city gas ini berbeda dengan proyek jaringan gas (jargas) yang dipasang pada 2013 lalu, yang tidak bisa disambungkan ke gas. Sehingga sampai saat ini banyak yang mangkrak. 

“Makanya tahun ini lebih diperketat, langsung disambung ke kompor,” ungkap Kepala Subbagian Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda Blora, Tulus Prasetya. 

Menurut Tulus, untuk proyek baru ini dirinya optimis tidak akan terulang seperti proyek sebelumnya. Bertahun-tahun, baru 676 sambungan yang aktif. 

Sementara untuk jargas tahap kedua ini, kata dia, dipastikan sebagian sudah siap beroprasi. Pada November nanti gas siap dialirkan ke rumah warga yang sudah disambungankan. 

Baca Juga :   Berharap Kelola Sumur Tua Tanpa Gaduh

“Ada 900 sambungan rumah yang siap,” ujarnya. 

Disampaikan, bahwa uji coba sudah dilakukan beberapa hari lalu. Penyalaan kompor di salah satu rumah warga di Desa Menden Kecamatan Kradenan. 

“Di empat lokasi rumah warga,” imbuhnya.

Uji coba itu, kata dia, dihadiri oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Blora, Camat Kradenan, Kades Menden dan Perwakilan Dirjen Migas. Setelah uji coba ini akan ada sosialisasi kepada warga oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebegai pengelola .

“Sosialisasi ini nanti terkait penggunaan dan pemeliharaan, tarif pembayaran dan keamanan,” ujarnya.

Sosialisasi nanti bakal dilakukan secara bertahap karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Jargas mulai bisa digunakan pada November nanti, selanjutnya akan dilakukan tes kelayakan gas in dari PGN.

“November nanti perkiraaan sudah semua gas in,” tegasnya.

Untuk diketahui, tiga desa di wilayah Kecamatan Kradenan yang menjadi sasaran program Kementerian ESDM yaitu Desa Mendenrejo sebanyak 2.659 SR, Desa Medalem sebanyak 818 SR, dan Desa Nglungger sebanyak 541 SR. Jadi total sebanyak 4.018 SR.

Baca Juga :   EMCL Sudah Ajukan Revisi Amdal Uji Coba Peningkatan Produksi

Semula, Jargas tersebut rencananya  dialokasikan untuk wilayah Kecamatan Cepu sebanyak 4.000 SR. Dibagi menjadi dua kelurahan, yakni Kelurahan Balun sebanyak 2.000 SR dan di Kelurahan Cepu sebanyak 2.000 SR. Bahkan, sebagian besar sudah dilakukan survei oleh pihak rekanan Kementerian ESDM.

Namun lokasinya terlalu jauh dari sumber gas yang berada di lapangan Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Sehingga harus dipindah ke wilayah Kecamatan Kradenan yang lebih dekat dengan sumber gas.

Sekadar diketahui, gas alam yang rencana dialirkan ke rumah tangga berasal dari fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Dengan jatah gas sebesar 0,5 mmscfd, mampu memenuhi gas sebanyak 4.000 SR.

Sementara, sekarang ini jargas dari program yang sama yang dibangun tahun 2013 lalu,  juga masih belum optimal. Dari 4000 SR, sekira lebih dari 600 SR baru beroperasi. Itu pun baru di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Sedangkan jargas tersebut menyebar di Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Cepu.(ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *