BUMDes dan Pedagang Pasar Gayam Bahas Harga Sewa Kios

21303

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali melakukan pertemuan dengan pengurus paguyuban Pedagang Pasar untuk membahas tarif sewa dan pembagian kios dan lapak, Senin (2/11/2020). 

Pertemuan dilaksanakan di lantai 2 Balai Pertemuan Desa Gayam. Dihadiri pendamping pasar, Pengurus Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Desa Gayam. 

“Kalau ada keberatan dan usulan, bisa disampaikan kepada pendamping. Supaya bisa difasilitasi,” ujar Lulus Harka, Tenaga Ahli PIB saat pertemuan berlangsung.

Menurutnya, satu-satunya saluran untuk menyampaikan keluhan adalah pengelola pasar yakni BUMDes. Oleh karena itu dirinya mewanti-wanti supaya tidak ada benturan antar pedagang. 

“Biar tidak kemana-mana. Kami yakin sampai sekarang ini pedagang konsultasi ke berbagai pihak. Kami juga demikian, supaya nantinya bisa menentukan harga sewa yang pantes,” tuturnya. 

Persoalan pembagian kios dan lapak telah diselesaikan. Namun, untuk penentuan tarif sewa masih menuai perdebatan. Sebab tarif sewa yang semula hanya Rp15.000 per bulan per kios (sebelum dibangun), sekarang ini menjadi Rp4.150.000 per tahun.  

Baca Juga :   Indonesia akan Bangun Pabrik Baterai Listrik Terbesar di Asia, Buka 10 Ribu Lapangan Kerja

“Kami tetap, pada keputusan musyawarah pedagang. Yakni 50 persen,” kata Ketua Paguyuban Pedagang pasar Gayam, Haji Soleh.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *