SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Sebuah truk tanki pengangkut kondensat dari Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) dihadang warga Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (4/11/2020).
Penghadangan dilakukan karena warga menginginkan agar transportir diserahkan ke vendor lokal.
Truk tanki milik PT Ramai Jaya Abadi tersebut rencananya hendak mengangkut kondensat dari JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, yang dikelola Pertamina EP Cepu (PEPC). Kondensat akan dibawa ke Main Gathering Sistem (MGS) Menggung Pertamina EP Asset 4 Field Cepu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
“Tadi pagi Truk tanki langsung saya suruh kembali di jalur IAR menuju JTB. Tidak ada permisi tidak ada sosialisasi,” kata Pujianto, warga setempat usai menghadang truk tanki, Rabu siang.Â
Pujianto meminta agar transportir kondensat JTB diberikan kepada warga lokal. Alasannya, vendor lokal bisa melakukan pekerjaan tersebut.Â
Pria bertubuh tambun itu menyatakan akan kembali melakukan penghadangan jika tuntutannya tidak dipenuhi.
“Sementara tadi pagi satu armada yang saya minta kembali. Besok akan saya suruh kembali lagi kalau tahu ada armada melintas,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Media Relations Pertamina EP Cepu, Wulan Purnamawati, mengaku sudah mengetahui kabar tersebut. Namun ia menyarankan agar menanyakannya kepada Pertamina EP Asset 4.Â
“Coba nanya ke Asset 4,” ucapnya.Â
Cepu Field Manager Pertamina EP Asset 4, Afwan Daroni menyampaikan, kondensat dari Lapangan Gas JTB ditampung di MGS Menggung sejak bulan Oktober kemarin.Â
“PEPC sedang uji produksi sumur dan kondensatnya dititipkanke MGS Menggung,” katanya.Â
Dijelaskan, kondensate tersebut statusnya titipan minyak Negara. Pengiriman tidak dilakukan setiap hari, melainkan tergantung kondisi sumur gas JTB.
“Bukan menambah jumlah produksi Field Cepu, Mas,” ujar pria ramah ini.
Disinggung terkait tanggung jawab transportir, Afwan menyampaikan bahwa itu merupakan tanggungjawab Pertamina EP Cepu. Â
“Itu tanggungjawab mereka,” pungkasnya.(ams)