SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad SampurnoÂ
Bojonegoro – Pertamina EP Cepu (PEPC) sekarang ini sedang malakukan uji produksi (Well Testing) pada 4 sumur gas Jambaran Tiung Biru (JTB) untuk mengetahui kandungan dan kesiapan sumur sebelum produksi.
Menurut JTB Site Office & PGA Manager Pertamina EP Cepu, Edy Purnomo, uji produksi dilakukan secara rigless dengan teknologi Smart Coiled Tubing Unit. Secara visual yang nampak dalam kegiatan adalah adanya aktivitas flaring.
“Ini diperlukan untuk membersihkan sumur dan menguji kapasitas produksi dengan interval flaring dilakukan per 6 jam selama kurang lebih 5-7 hari pada setiap sumur,” ujar Edy Purnomo kepada suarabanyuurip.com, Rabu (4/11/2020).
Dalam keterangan tertulisnya dijelaskan, pertama kali di Indonesia, one-trip long perforation dengan interval 800 ft dilakukan menggunakan teknologi ACTive CIRP (Completion Insertion & Removal under Pressure). Pertama kali di dunia, dilakukan ACTive Distributed Temperature Sensing (DTS). Untuk mengetahui zonal contribution di interval produksi 800 ft dengan disertai laju produksi yang tinggi.
“Perforasi dan uji sumur pertama pada proyek gas Jambaran-Tiung Biru berhasil diselesaikan pada tanggal 22 September 2020,” tandasnya.
Tim drilling JTB saat ini sudah menyelesaikan uji produksi sumur ke-3 dari 4 sumur yang dilakukan secara aman. Dengan laju produksi melebihi 60 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD). Dengan kandungan H2S hingga 8,000 ppm dan CO2 mencapai 25%.
“Personil operasi 100% putra-putri terbaik bangsa,” ungkapnya.
Sebelum dilakukan kegiatan well test di Jambaran East, tim Pertamina EP Cepu telah melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Termasuk dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Kegiatan _Well Testing_ di Jambaran East kepada perwakilan warga sekitar di Balai Desa Bandungrejo pada tanggal 26 Agustus 2020.
Sosialiasi dihadiri oleh Muspika Ngasem, Kepala Desa Bandungrejo, SKK Migas, Ketua RT, dan perwakilan tokoh masyarakat setempat.
Lebih lanjut Edy menjelaskan, dalam hal operasi uji produksi ini, tim Drilling JTB selalu mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan baik terhadap para pekerja, masyarakat, maupun lingkungan sekitar (HSSE).
“Termasuk melakukan pemantauan lingkungan harian yang dilakukan oleh HSE dan Socioeconomic di sekitar area pengeboran pada saat dilakukan flaring,” pungkasnya.(ams)