SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar sosialisasi pembinaan generasi muda dan masyarakat untuk pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, di Balai Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (8/11/2020).
Kegiatan yang dilangsungkan usai launching Desa Sumbertlseh sebagai Desa Tangguh Bebas Narkoba (Desa Tangguh Benar) tersebut diikuti 100 peserta terdiri dari Kepala Desa se Kecamatan Dander, para Kyai dan santri perwakilan 16 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Dander, para tokoh pemuda, RT dan RW setempat.
Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah, Kepala Kejaksaan Negeri Sutikno, Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan, Kepala Dinas Sosial Drs. M. Anwar dan Forkopimcam Kecamatan Dander.
Kasat Res Narkoba Polres Bojonegoro, AKP Yusis Budi Krismanto SH, mengatakan, akibat penyalahgunaan narkoba, mulai dari akibat langsung yang menyebabkan rusaknya kesadaran dan kesehatan pemakai narkoba hingga kematian, sampai dampak tindak langsung pemakai yang menyebabkan pada tindak kejahatan akibat kecanduan memakai narkoba.
“Tolong tidak usah bermain-main dengan narkoba. Selesai sosialisasi ini silakan disampaikan kepada saudaranya, tetangganya sebagai kepanjangan tangan dari Satnarkoba,” ujar AKP Yusis Krismanto, dihadapan peserta sosialisasi, dalam rangka memutus jaringan peredaran narkoba yang sudah meluas se Indonesia.
“Jangan sampai negara kalah dalam melawan narkoba”, tegas Kasat Yusis Krismanto.
Sementara Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan menyampaikan, bahwa di Bojonegoro narkoba termasuk dalam lima besar kejadian tindak pidana. Menempati urutan ketiga setelah kasus pencurian dan perkelahian.
Data tahun 2019, ada 49 laporan polisi dengan 45 tersangka. Berarti rata-rata 4 sampai 5 kasus per bulan. Ini yang tertangkap, biasanya ini masih fenomena gunung es. Yang tertangkap yang terlihat pucuknya saja. Yang dibawah masih banyak. Yang tertangkap masih pemakai, untuk bandar masih jarang.
“Kekurangannya di Bojonegoro masih belum ada Badan Narkotika Kabupaten (BNK), makanya nanti pemkab agar berkirim surat ke BNP biar ada di sini. Supaya assesmennya tidak jauh-jauh ke Tuban”, kata Kapolres. Â
Kapolres berharap semua pihak bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba dengan memberi edukasi ke masyarakat.
“Karena ketika generasi itu sudah banyak menyalahgunakan narkoba akan hancur bangsa ini,” tutupnya.
Ditempat yang sama Kades Sumbertlaseh, Nurali mengaku, bangga dan bersyukur Desa Sumbertlaseh dipilih sebagai Desa Tangguh Bebas Narkoba. Disisi lain sekaligus memikul amanah berat. Namun pihaknya yakin dengan dukungan semua pihak amanah tersebut akan bisa ditunaikan dengan baik.
“Ini sebenarnya amanah berat. Tetapi kami yakin, bersama para Kyai, Santri dan semua elemen masyarakat akan berhasil melawan narkoba,” ucapnya.(fin)