Sukses Beternak Sapi, Muhamad Ali Menulis Modul yang Jadi Percontohan Nasional

21386

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Awalnya Muhammad Ali punya keinginan untuk membuat kelompok tani ternak yang berbeda dengan kelompok lain. Akhirnya, ia mempunyai inovasi menerbitkan modul tentang pembibitan sapi peranakan  ongol (PO). Hingga kini, modul yang dibuat Muhammad Ali sudah menjadi percontohan di tingkat Nasional.

Muhammad Ali yang berasal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu terbilang otodidak belajar menulis. Namun, usaha dan ketekunannya menggeluti bidangnya  yang kemudian membuat semua menjadi ringan.

”Ya, bukan buku, namun modul berisikan pengalaman saya tentang cara beternak dengan baik,” katanya merendah, Rabu (11/11/2020).

Karya Muhamad Ali sudah cetak sejak Oktober 2020 lalu. Cetakan pertama sebanyak 50 eksemplar, namun masih ada kekurangan yang perlu dilengkapi. Karena, setelah modul itu tercetak ia kirimkan ke akademisi seperti di Universitas Gadjah Mada untuk dievaluasi. Setelah dievaluasi, tambah dia, akan dilengkapi pada cetakan kedua.

“Juga saya kirimkan ke berbagai daerah seperti Jogja, Probolinggo, Nganjuk, dan Pati, itu untuk melengkapi apa saja yang perlu ditambahkan,” kata Ali.

Baca Juga :   Siti Lismukrindun

Sebelumnya, modul itu sudah menjadi percontohan di Kabupaten Bojonegoro, kemudian direkomendasikan ke tingkat provinsi hingga Nasional. Selain itu, 2017 lalu juga dari provinsi memantau karena isi modul bagus, akhirnya direkomendasikan mengikuti ajang bertaraf internasional di Australia.

“Saya belajar di Australia selama sebulan setengah. Itu pun yang mendapat rekomendasi hanya ada tiga kabupaten. Di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kediri,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Ali menjelaskan, isi buku entang cara pembibitan hewan yang benar agar perkembangannya terjaga.  Ada empat kunci yang perlu disiapkan. Di antaranya menyiapkan ilmu beternak, kuasai pakan, kandang, dan hewan ternak semisal sapi.

Empat hal itu harus dilakukan agar perkembangan hewan terjaga. Semisal dalam membuat kandang harus ada tempat minum. Karena, jika minum hewan tidak terjaga akan mempengaruhi perkembangan hewan.

Teknik yang digunakan Ali dalam beternak yakni dengan menyiapkan lahan seluas 1 hektare dan itu ditanami rumput semua. Agar perkembangan terjaga. Seperti hewan sapi yang dimilikinya kini sebanyak 11 ekor.

Baca Juga :   Sempat Meredup Saat Pandemi, Emping Garut Milik Ana Kini Tembus Pasar Internasional

“Harus, seperti itu karena minum hewan seperti sapi tidak dibatasi waktu. Biasanya kalau peternak tradisional memberikan waktu minum. Seperti pagi, siang, hingga sore padahal itu keliru,” ujar ketua kelompok tani ternak ustan mandiri itu. (jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *