SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari wilayah Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tak berminat komoditas daging dan ayam. Mereka lebih memilih diberi bantuan komoditas beras berkualitas premium, telur ayam, tahu, dan tempe.  Â
Pada periode bulan November 2020 sebanyak 5.852 KPM mulai Kamis (12/11/2020), telah menerima distribusi Bansos dari Kementrian Sosial senilai Rp200.000 per KPM tersebut. Jumlah ini lebih besar dibanding periode bulan Oktober sebanyak 5.845 KPM.
“KPM dari Palang tidak ada yang meminta komoditas daging atau ayam, mereka lebih lebih memilih beras kualitas premium, telur ayam, tahu dan tempe. Sesuai aturan kita dari agen hanya melayani permintaan dari KPM,†kata Ketua Paguyuban Agen BPNT Kecamatan Palang, Supriyanto, saat ditemui disela mengecek kualitas beras BPNT di Kantor Kecamatan Palang, Kamis (12/11/2020).
Pada prosesi pengecekan kualitas beras dihadiri Sekretaris Dinsos Tuban, SY Emanuel, Sekcam Palang Haryono, Danramil Palang Kapten Sutomo, TKSK Palang Sunardi, Ketua Paguyuban Agen BPNT Supriyanto, jajaran Polsek Palang, dan media massa. Setelah dicek oleh jajaran Forkopimka Palang, beras yang telah dinyatakan sesuai standar dikirim ke 18 desa dan satu kelurahan melalui 23 agen. Â Â Â
Supriyanto yang juga agen BPNT dari Desa Leran Kulon menambahkan, pihaknya selalu berpesan agar penyalur (suplyer) menjaga kualitas barang sekalipun hingga kini belum ada komplain dari KPM. Jika barang yang masuk ke agen tidak memenuhi standar dipastikan akan dikembalikan ke penyalur.
“Sudah jadi komitmen bersama untuk menjaga kualitas komoditas dari program BPNT, sebelum didistribusikan ke KPM kita teliti dengan Sirius. Jika tak memenuhi persyaratan kita pastikan dikembalikan untuk diganti,†tegas TKSK kecamatan Palang Sunardi secara terpisah.
Dalam menjaga kualitas komoditas BPNT, tambah Sunardi, pihaknya bersama tim melakukan kordinasi sebelum jadwal pendistribusian bantuan. Mulai suplyer, agen, dan pihak pemerintah kecamatan terlibat dalam menjaga kualitas barang. Selanjutnya begitu barang datang dicek lagi kualitasnya sebelum kemudian dibagikan kepada KPM.
Sedangkan Ali Shohib saat mendampingi H Sugiharto SE suplyer BPNT Palang mengatakan, pihaknya sangat memahami program Bansos BPNT yang digulirkan pemerintah sejak tahun 2017 tersebut. Konsekuensinya jika ada pengembalian dari agen, pasti akan diganti dengan yang lebih baik.
Ada beberapa pengembalian, diantaranya ditemukan telur ayam yang pecah. Hari itu juga diganti oleh suplyer, baru kemudian diberikan kepada KPM.
Sekcam Palang Haryono mengatakan, program BPNT sangat bermanfaat untuk warga kurang mampu, apalagi disaat pandemic Covid 19. Sejak program Bansos tersebut berjalan di wilayah kerjanya, belum ada KPM penerima program yang meminta dihentikan.
“Sesuai permintaan warga masyarakat penerima BPNT, semoga saja tahun 2021 program ini masih ada,†kata Haryono.
Dikonfirmasi usai memantau pengecekan kualitas beras di Kantor Kecamatan Palang, Sekretaris Dinsos Tuban, SY Emanual, mengatakan, program BPNT telah mengalami perubahan menuju lebih baik. Jika pada awal digulirkan nilainya Rp110.000 per KPM setiap bulan, kemudian dinaikkan menjadi Rp150.000. Disaat pandemic Covid 19, nilainya menjadi Rp200.000 per KPM.
“Pada tahun 2021 mendatang program dari pemerintah pusat ini akan tetap berlanjut,†kata Emanuel. (tbu)