SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar diskusi yang dikemas dalam tajuk “Kopilaborasi” dengan tema Pelibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme, disalah satu hotel di Bojonegoro, Selasa (17/11/2020). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya paham radikalisme dan terorisme.
Hadir dalam kegiatan, Kepala Bidang Komunikasi Publik Provinsi Jatim, Edi Supaji, Kepala Bidang Kesmas Bakorwil Bojonegoro, Edi Sigit, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Machmudi, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Bojonegoro, dan Perwakilan Pendamping Kecamatan dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Tuban.
Dalam sambutannya, Kabid Komunikasi Publik Dinkominfo Prov Jatim, Edi Supaji, mengatakan, sinergi seluruh komponen bangsa adalah salah satu faktor penting dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme.
“Keberhasilan menciptakan kondisi yang kondusif sekarang ini, berkat sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, dan semua elemen masyarakat,” kata Edi Supaji.
Pada konteks inilah, lanjut Edi Supaji, Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) sebagai kepanjangan tangan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNPT) yang ada di daerah, merupakan bentuk konkrit sinergi dan kerja sama seluruh komponen masyarakat. Namun sayangnya FKPP ini belum ada disemua provinsi di Indonesia. Tercatat saat ini baru ada FKPP di 32 provinsi.
“Sinergi ini penting karena aparat pemerintah tidak bisa sendirian dalam menangkal radikalisme dan terorisme. Butuh keterlibatan semua pihak dalam melakukan upaya tersebut,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Kesmas Bakorwil Bojonegoro, Edi Sigit, menuturkan, bahwa terorisme adalah persoalan ideologi, keyakinan, dan pemahaman yang keliru tentang cita-cita yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.
“Oleh sebab itu diperlukan penguatan nilai-nilai kearifan lokal guna mencegah paham radikal. Dalam budaya dan kearifan lokal terkandung penguatan solidaritas dan kohesivitas masyarakat,” pungkas Edi Sigit.(fin)