SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 mendukung pengembangan wisata di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP)-nya guna memajukan ekonomi masyarakat sekitar.Â
Satu diantaranya Wana Wisata Kedungpupur yang berada di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wisata itu satu paket dengan wisata sumur minyak tradisional.Â
Pertamina EP Asset 4 telah menggelontorkan program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) bernilai ratusan juta untuk mendukung pengembangan wana wisata Kedungpupur pada tahun 2017 lalu. Pembangunan wisata telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Blora, pada Maret 2019.Â
Belum lama ini, Asset 4 General Manager Deddy Syam bersama rombongan Pertamina EP berdiskusi dengan Dinas Pariwisata untuk membuat strategi agar wana wisata Kedungpupur bisa lebih baik. Sehingga dapat memajukan ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, diskusi juga menyinggung pengelolaan sumur minyak tradisional yang harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan.
CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Kautsar Restu Yuda, menyampaikan akan berdiskusi lagi dengan Pemkab Blora untuk mematangkan rencana pengembangan wana wisata Kedungpupur.
“Kami perlu bicarakan lagi dengan pemkab,” kata Restu kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/11/2020).
Selain Wana Wisata Kedungpupur, Pertamina EP Asset 4 juga telah membantu pengembangan Wisata Texas Wonocolo di Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Anak perusahaan BUMN itu sudah menggelontorkab anggaran lebih dari Rp 1 Miliar untuk pengembangan wiasata tersebut.
General Manager Asset 4, Agus Amperianto, menyempatkan mengunjungi Rumah Singgah Teksas Wonocolo. Salah satu tujuan wisata sumur minyak tradisional yang menjadi wisata Geopark di Kabupaten Bojonegoro secara keseluruhan.Â
Dalam kesempatan tersebut, Manajemen Pertamina EP Asset 4 bertemu dengan perwakilan BUMD Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dan Teksas Tour Management (TTM). Baik BBS maupun TTM menceritakan bagaimana sejarah dan budaya masyarakat Wonocolo yang mengelola sumur-sumur tua.(ams)