SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Munculnya gas alam dari lubang sumur air milik Sumiran, warga Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi perhatian Pertmina EP Asset 4 Field Cepu. Gas tersebut rencananya dilokalisir dengan cara dilakukan pembakaran (flaring).
“Pihak Pertamina EP sudah datang ke lokasi. Rencanya akan dibantu untuk mengatasi gas tersebut,” kata Kepala Desa Ngraho, Sri Lestari Indahjani, Selasa (1/12/2020).
Menurutnya, dari Pertamina EP Asset 4 akan membakar gas sampai habis.Â
“Selanjutya sumur air apakah akan dimnfaatkan lagi atau tidak, kita belum tahu,” ujarnya.
Sri Lestari mengaku menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada Pertamina EP Asset 4 baik sepiritual maupun materialnya.
“Karena mereka yang lebih berpengalaman. Saya menyakini, ada hal spritul juga yang terjadi di sana,” kata Sri melalui sambungan telephonnya.Â
Namun, pihaknya berharap jika gas yang keluar bisa dimanfaatkan untuk keperluan warga.
“Itu sudah saya sampaikan. Tapi ya kembali lagi, mohon bantuan dari Pertamina EP lagi,” tandasnya.Â
Dikonfirmasi terpisah, CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepun Kautsar Restu Yuda mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait.Â
“Dari dinas minta Pertamina EP Support penaganan gas tersebut,” kata Restu.
Dijelaskan, gas yang keluar akan dibuatkan flaring supaya terurai habis. Selanjutnya lubang sumur akan ditutup.
“Sesuai persetujuan kepala desa dengan warga pemilik sumur,” tegasnya.Â
Ditanya apakah nantinya sumur air milik warga yang dibor akan diganti, Restu menegkan, bukan ranah Pertamina EP.Â
“Kami hanya diminta support penanganan gas nya saja,” pungkasnya.Â
Untuk diketahui, munculnya gas alam terjadi di lingkungan rumah Sumiran RT 2 RW 2 Desa Ngraho. Kejadian bermula saat tukang sumur melakukan pengeboran di samping rumah untuk membuat lubang sumur air, pada Jumat (27/11/2020), sekira pukul 09.00 WIB.Â
Pekerjaan dihentikan pukul 14.00 WIB, pada kedalaman sumur 48 meter. Sudah mendapatkan sumber air, bersamaan dengan listrik padam. Kemudian, pada Minggu (29/11/2020), pompa submersible dipasang dan dicoba dinyalakan. Namun tidak mengeluarkan air.Â
Bersamaan itu, pemilik sumur mendengar suara gemuruh dari dalam sumur bor disertai keluarnya gas. Pompa submersible kemudian diangkat lagi ke atas. Setelah itu gas yang keluar dibakar menggunakan korek api, dan menyala.(ams)