SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Jembatan darurat sepanjang 20 meter di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur putus tergerus derasnya air sungai. Akibatnya masyarakat yang hendak melintas harus memutar sejauh 4 kilometer (km) melalui dua desa.
Kasi Kesejahteraan Desa Simbatan Roni Bakhtiar Fauzi mengatakan, jembatan darurat putus pukul 06.00 pagi saat debit air meningkat. Jembatan itu, terbuat dari kayu sehingga tidak mampu menahan derasnya air sungai. Beruntung atas kejadian itu tidak ada korban jiwa dari warga.
“Kejadian mulai pagi tadi. Namun, sebelum kejadian jembatan darurat tersebut sudah ditutup,” katanya, Rabu (2/12/2020).
Dia mengatakan, terputusnya jembatan itu karena sudah rapuh apalagi air sungai membawa sampah. Sehingga tiang penyangga tidak mampu menahan derasnya air yang membawa sampah. Akhirnya jembatan putus dan hanyut terbawa arus deras sungai.
“Jembatan penghubung menuju Desa Piyak itu putus tergerus air sungai sehingga masyarakat harus memutar,” katanya ditemui di kantor.
Roni menjelaskan, belum bisa memastikan apakah akan membuat jembatan darurat kembali atau tidak. Karena, menurut dia, itu bukan kewenangan desa sehingga harus menunggu informasi proyek Jembatan Simbatan selesai dikerjakan. Rencananya proyek jembatan itu selesai pada Desember ini. Namun hingga kini belum terselesaikan.Â
Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, jembatan darurat di Desa Simbatan terputus karena tergerus air Sungai Mekuris. Sehingga, masyarakat harus memutar sejauh 4 km melalui dua desa yakni Desa Piyak dan Desa Pesen.
“Jembatan darurat di Desa Simbatan yang terputus itu sepanjang 20 meter,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com. (jk)