SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Hujan yang mengguyur belakangan mengakibatkan longsor di badan jembatan Glendeng di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jatim makin parah. Kerusakannya membahayakan pengguna jalan sehingga mulai, Jumat (4/12/2020), jembatan tersebut ditutup total.Â
Penutupan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro itu, sesuai hasil peninjauan lapangan tim dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Tuban. Sesuai hitungan teknis dari Dinas PUPR jembatan di atas sungai Bengawan Solo tersebut membahayakan pengguna jalan.Â
Longsor jembatan yang dibangun tahun 1990 itu, diketahui terjadi diawal November 2020. Selanjutnya ditutup sementara untuk kendaraan roda empat. Roda dua dan pejalan kaki masih boleh melintasi jembatan.Â
Penutupan total jembatan yang sejak awal November diperbaiki tersebut, sesuai surat dari Dinas PUPR Tuban yang ditujukan Dinas Perhubungan setempat. Surat bernomor: 620/1265/414.111/2020 tentang Penutupan Total Jembatan Glendeng Soko Tuban yang diteken Kepala Dinas PUPR Tuban Agung Supriadi SE itu, meminta agar ihwal surat disampaikan kepada instansi terkait dan masyarakat.Â
Disebutkan, saat ini terjadi longsor akibat curah hujan. Setelah dilakukan peninjauan di lapangan disimpulkan lokasi jembatan sangat riskan, dan membahayakan pengguna jalan.Â
“Maka direkomendasikan mulai Jumat 4 Desember 2020, jembatan dinyatakan ditutup total untuk segala jenis kendaraan dan pengguna jalan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Agung Supriadi dalam surat tertanggal 3 Desember 2020 yang telah beredar di kalangan jurnalis, Kamis (3/12/2020) petang.Â
Saat penutupan sementara untuk kendaraan roda empat, jajaran Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Tuban mengalihkan arus kendaraan dari Soko ke pertigaan Ponco, Parengan. Selanjutnya ke arah Bojonegoro dengan melintas Jembatan Kali Ketek. (tbu)