SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam sehari bisa menangani sarang tawon di dua lokasi sekaligus. Sarang tawon tersebut berada di permukiman warga. Seperti sarang tawon ndas yang terjadi di Desa Mayangkawis Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (4/12/2020).
Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Teguh Haris mengatakan, karena jumlah pohon di hutan semakin berkurang akhirnya berpindah ke permukiman. Seperti sarang tawon yang terjadi di rumah Abu Tholib yang dievakuasi di atap rumah.
Lokasi kedua, lanjut dia, di rumah milik Adi Kurniawan yang ditangani oleh petugas damkar secara langsung. Lokasi kedua itu terjadi di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota.
“Untuk mengevakuasi sarang tawon menggunakan metode pengasapan. Karena metode itu dirasa yang paling efektif,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com
Teguh sapaan akrabnya menjelaskan, jumlah penanganan sarang tawon ndas atau yang punya nama ilmiah vespa affinis ini sering terjadi di permukiman warga. Meskipun sudah memasuki musim hujan aduan warga mengenai sarang tawon masih banyak.
“Bahkan, dalam seminggu bisa mencapai 4 hingga 7 aduan,” kata Teguh.
Dia mengatakan, hingga kini pos damkar masih banyak menerima aduan dari masyarakat. Namun, dibandingkan 2019 lalu tahun ini penangan sarang tawon bertambah. Tahun 2019 lalu ada 100 penanganan, tahun ini meningkat sebanyak 145 sarang tawon yang ditangani.
“Hampir semua pos menerima aduan. Namun, yang paling banyak menerima aduan dari Pos Kota dan Pos Baureno,” kata Teguh. (jk)