SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar pembinaan Takmir Masjid Zona II, meliputi Kecamatan Temayang, Gondang, Sekar dan Bubulan, Sabtu (05/12/2020).
Kegiatan pembinaan yang dipusatkan di Masjid Jami’ Baiturrahman, Desa Ngujung, Kecamatan temayang ini, dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Dr. Hj. Bupati Anna Mu’awanah, Asisten III Yayan Rohman, Forkopimcam Temayang, Camat Gondang, Bubulan, Camat Sekar, dan diikuti oleh 124 Ketua Takmir Masjid Zona II.
Pembinaan diawali dengan pembacaan laporan kegiatan dari Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Sahari yang disampaikan oleh Asisten III Yayan Rohman.
Disampaikan, bahwa kegiatan pembinaan ini adalah jadwal yang pertama di Zona II. Bertujuan sebagai upaya dalam membangun komunikasi antar Umaro dan Ulama dalam membina dan merawat kerukunan umat beragama, juga sebagai media untuk menyampaikan arah pembangunan dan program-program Kabupaten Bojonegoro.
“Adapun perhatian pemerintah yang sudah dilakukan adalah pemberian insentif pada marbot sebanyak 3.476 orang, dengan anggaran Rp 4.779.500.000. Per masjid maksimal 3 orang marbot. Yang sudah menerima pencairan sebanyak 3.363 orang,” ungkap Asisten III, Yayan Rohman.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awannah, dalam sambutannya mengatakan, pembinaan untuk marbot telah usai pada 2019 yang lalu. Pada tahun 2020 giliran pembinaan untuk para takmir masjid.
“Jadi memang ada dua, karena marbot adalah perawat kebersihan masjid, berbeda tugasnya dengan takmir masjid,” jelas Bupati Anna.
Pelaksaan kegiatan ini, lanjut Bupati Anna, salah satunya agar kebijakan Pemerintah tidak salah. Sehingga semisal ada masjid yang perlu bantuan kita tahu datanya, nomer regsitrinya, jadi terukur.
“Kadang-kadang ada masjid yang sarananya terlalu bagus terus dibangun, ada yang lain sarana tidak tersentuh karena tidak ada datanya. Oleh sebab itu, kedatangan kami di sini salah satunya juga untuk melakukan pendataan,” kata Bupati Anna.
Bu Anna, demikian Bupati karib disapa, ingin agar masjid terjaga kebersihan dan kesuciannya dengan baik. Pihaknya juga berharap agar masjid berfungsi sebagai sumbu transformasi knowledge (pengetahuan) keagamaan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.
“Oleh karena itu Pemkab hadir memberikan insentif dan pembinaan untuk marbot dan Takmir Masjid. Meskipun sebenarnya menjadi marbot dan Takmir adalah keikhlasan, tidak ada salahnya Pemerintah memberikan insentif,” tandas Bupati perempuan pertama di Bojonegoro ini. (fin)